SE Gubernur: Kalangan Swasta Wajib Buat Event Bantu Pulihkan Ekonomi Bali

    


Foto: Ilustrasi

KORANJURI.COM – Wabah corona covid-19 dirasakan Bali sebagai pukulan terhadap kepariwisatan. Ekonomi Bali yang bertopang dari dunia pariwisata dikhawatirkan guncang akibat pembatasan bepergian, baik dari negara terdampak wabah maupun domestik.

Pemerintah Bali, sampai saat ini terus mengupayakan normalisasi kunjungan wisatawan. Sejumlah kebijakan, agenda wisata hingga branding wisata telah disiapkan untuk mempercepat pulihnya kunjungan wisatawan ke Pulau Seribu Pura.

Upaya itu dibarengi dengan dirilis nya Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 556/1077 Tahun 2020, tentang Dampak Wabah Penyakit Virus Corona (Covid-19) Terhadap Perekonomian Bali.

4 poin yang disebutkan dalam SE itu yakni, tidak ada pemutusan hubungan kerja untuk pekerja pariwisata, pemerintah pusat dan Pemprov Bali berkomitmen mempercepat pemulihan, menjaga iklim kondusif di Bali, dan penegasan bahwa, sampai saat ini belum ada yang dinyatakan positif terpapar virus Corona di Bali.

“Sampai saat ini belum ada yang teridentifikasi corona di Bali, masih aman. Namun, upaya pencegahan tetap harus dilakukan antara pemerintah dan pihak-pihak terkait,” kata Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat melakukan disinfeksi, Sabtu, (7/3/2020) lalu.

Upaya Bali memulihkan kunjungan wisatawan juga didukung oleh sejumlah kebijakan pemerintah pusat. Anggaran digelontorkan untuk menambal kerugian akibat isu wabah virus corona. Total hibah yang dikucurkan pemerintah pusat ke 10 destinasi wisata di 33 Kabupaten/Kota di Indonesia, mencapai Rp 3,3 trilyun.

Dana tidak mengikat itu tersebar untuk sejumlah kebutuhan diantaranya, potongan sebesar 30 persen harga tiket pesawat, untuk 25 persen seats per pesawat, selama 3 bulan (Maret, April, Mei).

Pembebasan pajak hotel dan restoran sebesar 10 persen untuk waktu 6 bulan, mulai Maret hingga Agustus. Hibah anggaran juga mencakup, potongan harga avtur sebesar 15 persen, termasuk pula, insentif kepada Influencer sebesar Rp 72 milyar.

SE Gubernur tentang pemulihan ekonomi di tengah isu virus corona di Bali itu, juga menjabarkan sinergi yang perlu dilakukan oleh semua unsur, baik pemprov, Pemkab/Pemkot, pelaku pariwisata maupun kalangan usaha swasta, agar turut serta mempercepat normalisasi dan pemulihan pariwisata dan perekonomian Bali.

Dalam surat edaran itu juga menyebut kontribusi/partisipasi lembaga sebagai penyelenggara. Setiap lembaga, disebutkan dalam Surat Edaran No. 556/1077 Tahun 2020, wajib hukumnya betkontribusi/berpartisipasi untuk menyelenggarakan ekspo, event, pameran, dan kegiatan sejenisnya secara mandiri.

Yang dimaksud lembaga dalam SE Gubernur Bali itu yakni, grup perbankan, grup perhotelan, grup pusat perbelanjaan, grup pusat oleh-oleh, grup pelaku usaha di Bali, grup restoran dan Beach Club, grup minat khusus (otomotif, olahraga).

“Masing-masing grup menyelenggarakan paling tidak 1 event, yang dilaksanakan paling lambat mulai bulan April 2020,” bunyi penutup SE Gubernur yang dirilis pada 2 Maret 2020 itu. (Way)