Satukan Konsep C5 dalam Satu Pameran Komunitas Perupa Yogya-Bali-Jakarta

    


Komunitas perupa C5 menggelar pameran kedua di Santrian Gallery, Griya Santrian, Sanur, Bali pada 11 Januari - 28 Februari 2019 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Menyatukan kritik, komunikasi, kolaborasi, kerjasama dan kreatifitas tidaklah dalam sebuah tema terhubung di sebuah karya pameran lukisan. Hal ini dirasakan komunitas seniman yang tergabung dalam komunitas C5. Dalam pameran lukisan pertama yang diadakan di Yogyakarta pada 2017, dinilai baru unsur kritisi yang dominan ditampilkan.

Hal itupun juga juga terjadi pada pameran kedua yang digelar di Santrian Gallery, Griya Santrian, Sanur Bali, pada 11 Januari-28 Februari 2019.

Iqrar Dinata, perwakilan Komunitas perupa C5 asal Yogyakarta menjelaskan, masing-masing perupa memiliki karakter dan gaya sendiri dalam membuat karya. Komunitas C5 sendiri sifatnya tidak mengikat bagi anggota komunitas. Menurut Iqrar, kebebasan menjadi hal mutlak bagi para seniman lukis.

“Kita menampilkan karya-karya yang diharapkan terkait satu sama lain. Bagaimana karya yang dipamerkan merefleksikan C5 sendiri yakni, critical, communication, collaboration, cooperation dan creativity,” jelas Iqrar Dinata di Santrian Gallery, Sanur, Kamis, 10 Januari 2019.

Sebanyak 25 karya terbaik dari para seniman dipamerkan dalam pameran bertajuk ‘Pameran Seni Rupa C5’. Setiap seniman menghadirkan 2 karya lukisan terbaiknya dalam event tersebut. Pameran ini akan dibuka oleh Yoka Sara dari Art and Architecture pada Jumat, 11 Januari 2019.

Komunitas C5 sendiri, dalam kutipannya, M. Dwi Marianto menuliskan, berawal dari ungkapan seseorang dari hikmah bulan Ramadhan sebagai C4 yakni, critical, communication, collaboration dan cooperation. Untuk menghubungkan dengan dunia seni kemudian ditambah creativity.

Pemikiran seluruh seniman dalam tema pameran C5 ini, menurut Janu Pu dalam pengantarnya adalah, mengajak untuk memahami sebuah kesadaran. Kritis adalah memahami diri dan lingkungan sekitarnya dan pemahaman membawa kepada keinginan untuk selalu terhubung dengan segala sesuatu.

“Hubungan tersebut menjadikan kerelaan bekerjasama dengan siapapun dengan tujuan dan cara yang positif. Puncaknya menciptakan pembaharuan dalam ruang-ruang kreatif,” jelas Janu Pu dalam narasinya.

Perupa yang terlibat dalam pameran itu yakni, Agus ‘Baqul’ Purnomo, I Nyoman Diwarupa, Galung Wiratmaja, I Ketut Agus Murdika, I Ketut Sugantika (Lekung), I Komang Trisno Adi Wirawan, I Wayan Arnata, Ipong Purnama Sushi, Iqrar Dinata, Laila Today, M. Dwi Marianto, Nofria Doni Fitri dan Syahrizal Zain Koto.

Para seniman lukis yang tergabung dalam Komunitas C5 berasal dari 3 daerah yakni, Yogyakarta, Bali dan Jakarta.(Way)