Satu Pasien Suspect Corona di Purworejo Meninggal Dunia

    


dr Darus, juru bicara Posko Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Purworejo (kiri), didampingi dr. Tolkha Amaruddin, Sp.THT-KL, M.Kes. - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Masyarakat Purworejo dibuat gempar. Seorang wanita umur sekitar (65), yang diketahui sebagai seorang pasien PDP (Pasien Dalam Pengawasan) atau suspect Corona, meninggal dunia.

Wanita warga Kelurahan Sucen Jurutengah, Bayan, ini, meninggal dunia Senin (23/3) malam, sekitar pukul 22.00 WIB, di RSUD dr. Tjitrowardoyo, Purworejo.

“Iya, benar. Ada satu pasien PDP meninggal tadi malam. Dimakamkan Selasa (24/3) dinihari sekitar jam 03.00 WIB,” jelas dr Darus, juru bicara Posko Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Purworejo, Selasa (24/3).

Darus yang didampingi dr. Tolkha Amaruddin, Sp.THT-KL, M.Kes menjelaskan, bahwa pasien tersebut sebelumnya masuk di RS Purwa Husada Purworejo, Sabtu (21/3), kemudian dirujuk ke RSUD dr Tjitrowardoyo. Di RS milik pemerintah ini, wanita ini sempat dirawat 2 hari, dari Minggu (22/3) dan meninggal Senin malam.

Menurut Darus, pasien yang meninggal tersebut statusnya baru PDP, yang sebelumnya juga punya riwayat keluhan sesak nafas.

“Hingga saat ini, hasil laboratorium belum keluar. Jadi belum bisa dikatakan almarhum positif corona,” ungkap Darus.

Dijelaskan pula, untuk pemulasaran jenasah PDP yang meninggal memang sudah sesuai prosudur RS, yakni, dimandikan dan dipacking peti mati dan tidak bisa dibuka lagi. Hal ini untuk menjaga kemungkinan hal terburuk yang tidak diinginkan.

Jenasah PDP, kata Darus, memang langsung dimakamkan, dan tidak disemayamkan di rumah duka terlebih dulu. Hal itu untuk mengantisipasi penularan virus Covid-19.

“Yang ditakutkan, ada penularan virus Covid-19, saat ada kerumunan warga yang melayat. Dan kita tidak tahu diantara kita ada yang terkena virus atau tidak, walaupun tidak ada gejala sakit,” jelas Darus.

Lebih jauh Darus menjelaskan, bahwa hingga saat ini, jumlah ODP (Orang Dalam Pemantauan) mencapai 190 orang. 20 orang sudah selesai pemantauan dan dalam keadaan baik. Untuk ODP sekarang tinggal 170 orang yang tersebar di seluruh Kabupaten Purworejo.

“Untuk PDP saat ini yang dirawat di RSUD dr Tjitrowardoyo 11 orang. Setelah meninggal satu, sekarang tinggal 10 orang,” pungkas Darus. (Jon)