Satpol PP Purworejo Amankan Dua Penggalang Bantuan Abal-Abal

    


Satpol PP Purworejo berhasil mengamankan dua Anjal penggalang bantuan abal-abal, Selasa (22/09/2020) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Satpol PP Kabupaten Purworejo berhasil mengamankan dua anak jalanan (Anjal) yang kerap melakukan penggalangan bantuan abal-abal di jalan raya.

Keduanya, MF (16) asal Desa Redin, Gebang dan SM (21) asal Kampung Brengkelan, Purworejo, diamankan di perempatan Mickey Mouse, Purworejo pada Selasa (22/09/2020) sekitar pukul 13.00 WIB.

Dalam melakukan aksinya, salah satu pelaku mengenakan pakaian ala santri dengan membawa kotak bertuliskan “Magelang Peduli Anak Yatim.

“Dana yang dihimpun dipakai untuk foya-foya bersama remaja lain yang terafialisasi dalam jaringan anak Punk Purworejo dan Magelang,” ujar Kepala Satpol PP Damkar Budi Wibowo, melalui Kasi Penyelidikan dan Penyidikan, Endang Muryani.

Menurut Endang, penertiban terhadap keduanya dilakukan setelah banyaknya laporan dari warga yang merasa resah.

Sebelum berhasil diamankan, kedua pencari sumbangan palsu itu sempat melarikan diri dan melakukan perlawanan.

“Kita juga berhasil mengamankan barang bukti berupa kotak kardus yang berisi uang recehan lebih dari Rp100 ribu,” ungkap Endang.

Para pelaku selanjutnya dibawa ke kantor Satpol PP untuk didata dan diberi pembinaan bersama dengan petugas Reskrim Polres Purworejo. Sebagai efek jera, keduanya juga diminta menulis surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan serupa dengan disaksikan perwakilan orang tua atau keluarga.

Menurut Endang, perbuatan kedua anjal ini melanggar Perda Nomor 8 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Ketertiban, Keindahan, dan Kebersihan (K3).

Belajar dari peristiwa ini, Endang berharap, masyarakat dapat lebih selektif dalam memberikan bantuan saat di jalan raya. Jika mendapati hal yang mencurigakan, warga diharapkan dapat turut mengawasi atau memberikan informasi kepada petugas Satpol PP atau kepolisian.

“Tindakan seperti ini sangat merugikan masyarakat, apalagi telah mengatasnamakan anak yatim,” pungkas Endang. (Jon)