Sarmin Tewas Usai Tenggak Puluhan Obat Sakit Kepala Dicampur Minuman Soda

    


Polisi melakukan identifikasi jenasah korban Sarimin yang tewas akibat menenggak puluhan obat sakit kepala dicampur dengan minuman bersoda - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Frustasi karena ditinggal istrinya merantau ke luar negeri, membuat Sarimin (20) dan Rizkianto (10), keduanya warga Dukuh Borang RT. 5 RW 3, Desa Wagirpandan, Kecamatan Rowokele, Kebumen, berbuat nekad.

Mereka meminum puluhan obat sakit kepala Bodrex yang dicampur dengan minuman bersoda, Sprite. Karena over dosis, membuat Sarmin tewas seketika. Sementara Rizkiyanto hanya mengalami pusing dan mual-mual.

Dari keterangan Kapolres Kebumen, AKBP Alpen, SH, SIK, MH melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Wasidi, kejadian tersebut berawal saat, Rabu (30/11/2016), sekitar pukul 18.00 WIB, Rizkianto diberi uang oleh Sarimin sebanyak Rp. 50 ribu.

Dengan uang tersebut, Rizkianto lantas berangkat ke warung milik Farid, yang terletak di Dukuh Luwung, Desa Wonoharjo Kecamatan Rowokele, untuk membeli 1 boks obat bodrex dan sebotol Sprite.

“Rizkianto menghabiskan uang Rp 47 ribu untuk membeli semua barang tersebut,” jelas Wasidi, Kamis (1/12).

Setelah membeli barang tersebut, keduanya lantas meminum obat dan sprite di depan rumah Sarimin. Sambil meminum sprite secara bergantian Sarimin menelan 49 pil bodrex, sedangkan Riskyanto menelan 39 pil.

Sekitar pukul 23.15 WIB, mereka berdua pulang ke rumah masing – masing untuk tidu. Dan sekitar pukul 02.45 WIB, Sarikin, kakak Sarimin mendapati adiknya sudah tak bernyawa di tempat tidurnya. Sementara Riski mengalami pusing dan mual di rumahnya.

Wasidi menambahkan, dari hasil penyelidikan disimpulkan, jika korban meninggal akibat bunuh diri. Korban over dosis setelah meminum obat Bodrex dan Sprite.

“Dari keterangan sejumlah saksi, akhirnya diketahui, kalau mereka nekad bunuh diri karena frustasi ditinggal merantau oleh istrinya yang tidak pernah pulang selama 1,5 tahun,” pungkas Kasubbag Humas Polres Kebumen.
 
 
Jon