Sapuan Kuas Flora dan Fauna diatas Tubuh Model Body Painting

    


Lukisan diatas tubuh model bernama Daniela, mahasiswi asal Austria yang menimba ilmu di Bali - foto: Wahyu Siswadi/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Daniela, mahasiswi asal Austria ini tubuhnya penuh dengan warna-warna scotchlite dari sapuan kuas seorang pelukis bernama Dedeb. Daniela menjadi salah satu model kanvas hidup dalam kompetisi body painting di event Pesona Mandiri Nusa Dua Fiesta Ke-21.

Sesosok wajah singa terlihat menyembul dari tubuh Daniela yang dilukis dengan pola 3 dimensi. Perpaduan itu semakin indah, tatkala si pelukis memadunya dengan kalung khas suku indian beserta mahkota bulu di kepala.

Di tempat lain, Panca Wahyu Utama juga tengah ‘merumat’ model bernama Violet asal Jerman, mahasiswi yang tengah kuliah di Bali. Panca mengembangkan model lukisan pesona alam Bali dengan topeng barong dan tradisi ritual.

Untuk memperkuat tema flora dan Fauna, Panca menempatkan sebuah mahkota berbentuk bunga di kepala Violet. Perpaduan seni itupun banyak mendapat aplaus dari pengunjung NDF Ke-21.

Model Body Painting di event Pesona Mandiri Nusa Dua Fiesta Ke-21 di Peninsula Island, Nusa Dua, Bali - foto: Wahyu Siswadi/Koranjuri.com

Model Body Painting di event Pesona Mandiri Nusa Dua Fiesta Ke-21 di Peninsula Island, Nusa Dua, Bali – foto: Wahyu Siswadi/Koranjuri.com

“Kesulitannya melukis tiga dimensi dengan media tubuh manusia, kita harus mengikuti alur dari lekuk tubuh itu sendiri,” jelas Panca, Sabtu, 14 Oktober 2017.

Body painting menjadi acara yang selalu menarik perhatian pengunjung dalam setiap kali penyelenggaraan event Nusa Dua Fiesta. Tahun ini, panitia mendatangkan 25 orang model asing yang bersedia tubuhnya dilukis. Mereka semuanya merupakan mahasiswi yang tengah menimba ilmu di sejumlah kampus di Bali.

I Made Yasana, salah satu juri dalam acara itu mengatakan, penilaian mengacu pada fashion, tema dan kreatifitas. Ia menambahkan, penyelenggaraan body painting dari tahun ke tahun selalu ada peningkatan kualitas.

“Kreatifitas poinnya 50 persen, lainnya fashion dan tema. Semua model berasal dari mahasiswi asing yang ada di Bali,” kata Made Yasana. (Way)