Samsat Purworejo Lakukan Pemetaan Wajib Pajak

    


Kepala UP2D Kabupaten Purworejo, Roedito Eka Suwarno, saat mengikuti razia gabungan, Selasa (8/10) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Tingkat kepatuhan WP (Wajib Pajak) kendaraan bermotor di Kabupaten Purworejo, belum mencapai seratus persen. Menyiasati hal itu, Samsat Purworejo melakukan terobosan, dengan melakukan pemetaan.

Pemetaan ini, dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kepatuhan wajib pajak sesuai kewilayahan, yang bisa berbeda-beda prosentasenya. Setelah pemetaan dilakukan, maka ditindaklanjuti dengan kegiatan, yang langsung ditujukan ke titik fokus, sesuai tingkat kepatuhan di masing-masing wilayah.

“Kegiatan ini, bisa dengan razia, sosialisasi, maupun penagihan door to door,” ujar Roedito Eka Suwarno, Kepala UP2D (Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah) Kabupaten Purworejo, Rabu (9/10).

Cara ini, menurut Roedito, bisa lebih efektif, dikarenakan dari data yang berdasarkan kode dan identifikasi kendaraan, akan terdeteksi titik-titiknya, sehingga bisa diketahui penyebabnya, dan ditemukan cara yang pas sebagai solusinya.

Roedito mencontohkan, untuk kalangan millenial, bisa memanfaatkan aplikasi sakpole. Bagi yang sibuk namun potensi kepatuhannya ada, bisa dilakukan penagihan door to door. Karena wajib pajak belum membayar pajak kendaraannya, bisa beragam faktornya.

“Bisa lupa, tak punya uang, hilang/ rusak/curanmor, kesengajaan, nunggu pemutihan,” ungkap Roedito.

Dengan upaya untuk mempertahankan potensi pendapatan ini, Roedito berharap, target pendapatan bisa terpenuhi sesuai target, dan mampu menumbuhkan kesadaran kepatuhan wajib pajak.

“Target kita tahun ini, Rp 69,5 milyar. Hingga September terealisasi 85,56 persen (Rp 59,4 milyar). Kita optimis target bisa tercapai,” pungkas Roedito. (Jon)