Sambut HUT Bhayangkara Ke-71, Kapolda Bali: Korban Lakalantas Lebih Banyak dari Korban Terorisme

    


Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose menggantikan Irjen Pol. Sugeng Priyanto - foto: Suyanto

KORANJURI.COM – Kepatuhan di jalan dalam berkendara menjadi kunci keselamatan. Kapolda Bali, Irjen Pol. Petrus R. Golose mengungkapkan angka korban kecelakaan di jalan raya jumlahnya lebih besar dibandingkan korban terorisme.

“Di Indonesia korban kecelakaan cukup besar. Karena itu kita sosialisasikan kepada masyarakat agar patuh dan tertib berlalulintas,” jelas Kapolda Bali, Irjen Pol. Petrus R. Golose, saat menggelar jalan santai memperingati Hari Bhayangkara Ke-71 di Lapangan Puputan Renon, Denpasar, Minggu, 21 Mei 2017.

Pada rangkaian kegiatan Milad Polri ini, Polda Bali memberikan santunan kepada korban kecelakaan yang mengalami cacat permanen.

Mengutip dari arsip Wikipedia, terminologi Bhayangkara berawal dari Kerajaan Majapahit saat Patih Gajah Mada membentuk pasukan pengamanan yang disebut dengan Bhayangkara yang bertugas melindungi raja dan kerajaan.

Kemudian pada masa kolonial Belanda, Kepolisian modern Hindia Belanda dibentuk antara tahun 1897-1920 yang merupakan cikal bakal dari terbentuknya Kepolisian Negara Republik Indonesia saat ini.

Mengawali rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara Ke-71, Polda Bali beserta seluruh jajarannya menggelar gerak jalan santai yang berpusat di Lapangan Puputan Renon.

Gubernur Bali I Made Mangku Pastika membuka acara itu. Dalam sambutannya, Gubernur Pastika berharap kepolisian RI semakin profesional.

“Jayalah Kepolisian Republik Indonesia,” pekik Pastika.
 
 
Yan