Saling Tebas di Denpasar, 1 Orang Kritis

    


Salah satu pelaku, Sugiono alias Toing ditangkap saat akan mengambil KTP di Polres Badung - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Polisi menetapkan 2 orang sebagai tersangka kasus penebasan di sebuah mess di Jalan Muding, Denpasar. Mereka adalah Sugianto alias Toing dan Duro. Sedangkan korban Abdu Arizi (42) kritis.

Ia mengalami luka parah di bagian kepala belakang akibat kena tebasan pedang serta double stik oleh pelaku kakak beradik, Seniks Simbri Oktavianus (25) dan Semi Adibu Oktavianus (27) sesuai laporan pengeroyokan oleh pelaku di Polsek Kuta Utara, Badung Bali, Senin, (04/11/2019).

Namun salah satu pelaku yang bernama Duro masih diburu polisi.

Wakapolres Badung Kompol Sindar Sinaga, bersama Kanit I Satreskrim Ipda Ferlanda Oktora, dan Kasubbaghumas Iptu I Ketut Gede Okabawa menjelaskan, pihkanya masih mendalami motif penebasan tersebut. Korban sampai saat ini masih kritis di Rumah Sakit dan belum bisa dimintai keterangan.

“Motifnya masih didalami, karena korbannya (Abdi) masih kritis sehingga belum bisa dimintai keterangan,” jelas Sindar Sinaga.

Ditambahkan, Abdi Arizi, korban penebasan, ingin melerai keributan, antara pelaku dengan Duro. Tapi apes, ia malah diserang oleh kedua pelaku kakak beradik tersebut.

“Kita baru menyelesaikan penyidikan terhadap kedua pelaku asal NTT ini, untuk korban belum bisa kita periksa. Saat kejadian kedua pelaku
dalam pengaruh alkohol,” ujar Wakapolres Badung.

Tersangka Semi tinggal di TKP, tepatnya di lantai 2. Sedangkan adiknya, Seniks tinggal tak jauh dari TKP.

Bermula dari perang mulut antara Semi dengan Duro, lantaran merasa kalah Semipun langsung menelepon adiknya dan bilang kalau dia dikeroyok. Suara keras telpon ini membuat Seniks naik pitam dan langsung ke TKP sambil membawa parang.

Tanpa komando kedua pelaku kakak beradik ini langsung menyerang Abdi hingga luka parah. Kemudian giliran mereka diserang oleh Duro dan Sugianto hingga luka di kepala serta tangannya.

“Kedua pelaku ini langsung menyelamatkan diri dengan cara masuk ke kamar Semi,” ujar Wakapolres.

Ia juga mengatakan, pascakejadian Sugianto datang ke Mapolres Badung untuk mengambil KTP-nya. Saat itulah dia langsung ditangkap dan diserahkan ke Polsek Kuta Utara.

“Semua KTP orang-orang yang tinggal di sana kami amankan, termasuk Sugianto. Selanjutnya dia datang ke Polres untuk mengambil KTP-nya dan langsung ditangkap,” ujarnya demikian.

Kasus penebasan ini berbuntut panjang. Seniks Simbri Oktavianus (25) dan Semi Adibu Oktavianus (27) mengaku dikeroyok dan melapor ke Polsek Kuta Utara. (*)