Saatnya Guru Menulis di Platform Digital

    


Ilustrasi

KORANJURI.COM – Dalam rangka menggairahkan literasi di kalangan pendidik, para guru di tanah air diajak menulis di media online. Mengingat, sekarang semua aktivitas manusia mengarah pada penggunaan media online, termasuk publikasi ilmiah.

Terlebih bagi para guru Pegawai Negeri Sipil (PNS), mereka dituntut melakukan pengembangan diri sebagai guru profesional. Demikian disampaikan oleh Pimpinan Redaksi Gurujagoan.com, Herki Mahendra, S.Pd.

Herki mengatakan, tak menutup kemungkinan ke depan kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) atau dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) akan berubah. Yakni, terkait ketentuan Angka Kredit (AK) bagi guru sebagai syarat pengajuan Kenaikan Pangkat (KP).

“Memang saat ini, aturan Publikasi Ilmiah dibuktikan dengan publikasi di media cetak seperti surat kabar, majalah, atau jurnal. Tapi mengingat kemajuan teknologi informasi, bisa saja melalui media online,” katanya.

Herki juga memaklumi saat ini masih banyak guru yang belum mampu menulis, baik itu berupa artikel atau opini. Namun bukan berarti karir atau kepangkatannya mengalami stagnasi gegara tidak memiliki karya tulis yang dipublikasikan.

Karena menulis bisa dipelajari, dan setiap guru mampu mengembangkannya.

“Literasi harus digairahkan dan dibudayakan terutama bagi para pendidik,” ujarnya.

Sebagai bukti diterbitkannya tulisan dari guru, pihak gurujagoan.com akan memberi surat keterangan publikasi. Di mana surat tersebut sebagai bukti atau syarat memenuhi point publikasi ilmiah untuk pengajuan angka kredit guru.

“gurujagoan.com adalah portal yang mengupas info pendidikan dan prestasi guru dari pelosok negeri. Sehingga media ini sangat cocok sebagai tempat para guru menulis berita, artikel ilmiah, dan opini pendidikan,” sarannya.

Herki menyarankan, sebaiknya sekarang para guru mulai menulis di media online yang lebih mudah serta mendapat surat keterangan penerbitan. Sehingga ketika aturan baru muncul, para guru telah memiliki persyaratan tersebut, sementara yang lain baru mulai menulis.

Bila seorang guru telah mahir membuat Penelitian Tindakan Kelas (PTK), tentu mereka akan lebih mudah menulis ide atau gagasan dan dituangkan dalam sebuah opini.

Banyak tema yang dapat diangkat menjadi sebuah tulisan, seperti metode pembelajaran, manfaat suatu materi pelajaran, hingga kiat-kiat mengajar dan mendidik.

“Apa yang terbersit dalam pikiran Anda, dapat dijadikan tema tulisan,” jelas Herki. (Red/*)