Rutan Purworejo Sosialisasikan RUU Pemasyarakatan

    


Karutan Purworejo, Lukman Agung Widodo, saat menyampaikan materi dalam kegiatan Sosialisasi RUU Pemasyarakatan, Rabu (25/9), di aula setempat - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Rutan Kelas IIB Purworejo, Rabu (25/9), menggelar sosialisasi RUU Pemasyarakatan, bertempat di aula Baharuddin Lopa. Peserta dari sosialisasi ini, para mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP), STAINU, LBH, serta unsur LSM

Sosialisasi juga dihadiri oleh Kalapas IIA Magelang, Bambang Irawan, Kalapas IIA Besi, Supriyanto, Plt Kalapas Narkotika IIA Nusakambangan, Supriyanto, Plt Kepala LPKA Kelas I Kutoarjo, Sigit Sudarmono, Karutan IIB Kebumen, Erwan Prasetyo, Karutan IIB Temanggung, Bambang Wijanarko, dan Bapas Kelas II Magelang, Sigit Sudarmanto.

Dijelaskan oleh Karutan Purworejo, Lukman Agung Widodo, bahwa perubahan atas UU Pemasyarakatan, sangat penting dan mendesak. Hal ini dikarenakan, UU no 12 tahun 1995 yang mengatur tentang Pemasyarakatan (UU Pemasyarakatan), sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan hukum masyarakat, serta belum mengatur secara utuh kebutuhan pelaksanaan tugas Pemasyarakatan.

“Masih terjadi kekeliruan pemahaman tentang definisi Pemasyarakatan, Sistem Pemasyarakatan, dan tujuan yang akan dicapai dalam penyelenggaraan Sistem Pemasyarakatan,” jelas Lukman Agung Widodo, dihadapan para peserta.

Sebenarnya, ungkap Lukman, bahwa perubahan UU Pemasyarakatan ini sudah mulai dibahas sejak tahun 2003. Setelah melalui serangkaian proses, dalam pembahasan oleh pemerintah dan DPR, RUU Pemasyarakatan ini sudah disetujui dalam pembicaraan tingkat satu.

Dalam sosialisasi tersebut, Lukman menjelaskan tentang sistematika RUU Pemasyarakatan, Muatan Baru RUU Pemasyarakatan, Reformulasi Pemasyarakatan, Reformulasi Sistem Pemasyarakatan, Tujuan Penyelenggaraan Sistem Pemasyarakatan, Asas dalam Penyelenggaraan Sistem, serta Pemasyarakatan.

Juga, Penegasan Fungsi Pemasyarakatan, Kelembagaan Penyelenggaraan Fungsi Pemasyarakatan, Hak dan Kewajiban, Perlakuan terhadap Kelompok Resiko Tinggi, Intelijen Permasyarakatan, Sistem Teknologi Informasi Pemasyarakatan, Petugas Pemasyarakatan, Pengawasan, Kerjasama dan Peran Serta Masyarakat, Ketentuan Peralihan, dan Ketentuan Penutup.

“Memang ada beberapa pasal yang kontroversial di masyarakat, seperti dalam pasal 9 poin C, tentang hak-hak narapidana, diantaranya tentang hak rekreasional,” ujar Lukman.

Rekreasional tersebut, kata Lukman, diasumsikan masyarakat sebagai rekreasi ke tempat wisata, atau semacamnya. Padahal, makna dari rekreasional tersebut, tidaklah seperti itu. Tapi mendapatkan hiburan, seperti olahraga, nonton film, nonton tv, atau sejenisnya.

Begitu juga dalam pasal 10, dimana dalam ayat satu dijelaskan tentang narapidana yang memenuhi syarat berhak mendapatkan cuti. Cuti disini, bukanlah cuti seperti halnya cuti pegawai atau semacamnya. Tapi cuti mengunjungi atau dikunjungi keluarga, yang merupakan program Pembinaan, dengan memberikan kesempatan kepada Narapidana untuk berasimilasi dengan keluarga dalam fungsinya sebagai orang tua, suami/istri, atau anak.

“Dengan sosialisasi ini, masyarakat yang tadinya tidak tahu, akan menjadi paham dengan yang dimaksudkan sebenarnya. Sehingga tidak terjadi kekeliruan pemahaman,” terang Lukman.

Lukman berharap, dan meminta dukungan masyarakat, supaya RUU Pemasyarakatan tersebut segera disetujui dan disyahkan Pemerintah.

Kegiatan sosialisasi bertajuk Forum Diskusi Grup dalam rangka Sosialisasi RUU Pemasyarakatan ini, diakhiri dengan penandatanganan surat pernyataan yang berisikan dukungan dan persetujuan RUU Pemasyarakatan.

Penandatanganan ini dilakukan oleh Karutan Kelas IIB Purworejo, Lukman Agung Widodo, Kalapas IIA Magelang, Bambang Irawan, Kalapas IIA Besi, Supriyanto, Plt Kalapas Narkotika IIA Nusakambangan, Supriyanto, Plt Kepala LPKA Kelas I Kutoarjo, Sigit Sudarmono, Karutan IIB Kebumen, Erwan Prasetyo, Karutan IIB Temanggung, Bambang Wijanarko, dan Bapas Kelas II Magelang, Sigit Sudarmanto, perwakilan mahasiswa UMP, STAINU, LSM dan LBH.( Jon)