Rutan Purworejo Kantongi Sertifikat Higenis

    


Dapur Rutan Purworejo dapatkan sertifikat “Laik Hygiene Sanitasi Jasaboga” dari Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Dapur Rutan Purworejo dapatkan sertifikat ‘Laik Hygiene Sanitasi Jasaboga’ dari Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, Rabu (31/7) lalu.

Adanya sertifikat ini, sesuai dengan regulasi Kepmenkes Nomor 1098 tahun 2003, tentang Persyaratan Higiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran, serta Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1096 Tahun 2011 tentang Higiene Sanitasi Jasaboga.

Penanggung jawab dari Dapur Rutan Purworejo, Wahyu Hariwibowo, dibawah subseksi Pelayanan Tahanan yang dijabat oleh Marjuki, A.Ks.

“Dapur Rutan Purworejo dianggap telah memenuhi kelengkapan persyaratan administrasi dan hasil pemeriksaan uji kelaikan higiene sanitasi makanan,” ujar Lukman Agung Widodo, Rabu (7/8/2019), Karutan Purworejo.

Beberapa persyaratan untuk mendapatkan sertifikat laik higiene sanitasi makanan ini, menurut Lukman, lokasi bangunan, fasilitas sanitasi, dapur, ruang makan, gudang penyimpanan, pengelolaan bahan makanan dan makanan jadi, peraturan dan tenaga baik secara fisik, kimia maupun bakteriologis serta pengawasan lalat, kecoa, tikus dan hewan peliharaan.

Dan Rutan Purworejo dianggap telah memenuhi semua persyaratan berdasarkan survei tim Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo tanggal 16 Juli 2019.

“Saya apresiasi pencapaian dapur Rutan Purworejo yang lolos tes dan mendapat sertifikat Laik Hiegene Sanitasi Jasaboga, juga kepada Wahyu Haribowo sebagai penanggungjawab dapur Rutan Purworejo. Saya berharap prestasi lain akan terus dicapai baik oleh setiap bagian subseksi maupun sebagai satker Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Purworejo,” kata Lukman.

Lebih jauh lagi Lukman menambahkan, Rutan Purworejo terus berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan pelayanan penyelengaraan makanan bagi warga binaan pemasyaratan.

“Kita akan berusaha mempertahankan kualitas penyelengaraan makanan yang sehat dan higenis dengan kecukupan gizi standar yang layak untuk warga binaan, juga peningkatan pelayanan pemasyarakatan lainnya,” ungkas Lukman. (Jon)