Rubuhnya Jembatan Tukad Aya, Kadis PU Bali: Mendesak Untuk Segera Diperbaiki

    


Kondisi Jembatan Tukad Aya di Negara yang jadi penghubung utama jalur Denpasar-Gilimanuk dan sebaliknya, rubuh pada Sabtu 23 Januari 2016 - foto: ist

KORANJURI.COM – Kepala Dinas PU Provinsi Bali, I Wayan Astawa Riadi, menyatakan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah VIII segera memperbaiki kembali Jembatan Tukad Aya di km 90 Denpasar-Gilimanuk yang rubuh pada Sabtu malam, 23 Januari 2016 lalu.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan BPJN dan mendapatkan jawaban tahun 2016 ini segera direhab ulang. Mengingat, jembatan yang menjadi jalur vital itu mendesak untuk segera diperbaiki.

“Kewenangannya ada di BPJN dan selalu dikoordinasikan dengan kami untuk membangunnya kembali,” jelas Astawa Riyadi di kantornya, Jumat, 12 Februari 2016.

Jembatan yang menjadi jalur utama Gilimanuk-Denpasar dan sebaliknya itu, mengalami patah tepat di sambungan. Akibat patahan yang terjadi, permukaan jembatan rubuh sehingga hanya menyisakan bahu jembatan di sebelah kiri dan kanan.

Astawa Riyadi menjelaskan, kemungkinan akan ada perubahan desain konstruksi jembatan sehingga kokoh terutama pada tiang pancangnya. Pihaknya memastikan, sebelum jembatan rubuh, perawatan masih tetap dilakukan oleh BPJN.

BACA:
» Berikut Rekayasa Lalin Pasca Putusnya Jalur Denpasar-Gilimanuk di Negara

“Bukan berarti begitu (tidak dirawat). Ini putusnya kan karena melengkung turun dan tiang penyangga tergerus dibawahnya. Kan miring posisinya, kayaknya ada pelebaran di sebelah-sebelahnya,” kata Astawa Riadi.

Meski tidak ada kewenangan langsung untuk memperbaiki Jembatan Tukad Aya, Dinas Provinsi Bali tetap punya andil peran dalam memberikan masukan kepada BPJN wilayah VIII. Ia menyebutkan, kewenangan sepenuhnya ada di pusat, tapi Dinas PU-Pera Provinsi Bali sebagai kepanjangan Gubernur juga merupakan wakil dari pemerintah pusat di daerah.

“Kita koordinasi saja. Jadi kita juga kasih masukan (kepada BPJN). Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah jadi harus ada koordinasi,” jelas Astawa Riadi.
 
 
way