RS Sanglah Kekurangan APD

    


Foto: Ilustrasi/doc RS Sanglah

KORANJURI.COM – Kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) bagi dokter dan paramedis di RS Sanglah mulai menipis. Kekurangan APD di rumah sakit terbesar di Bali itu, itu sudah terlihat sejak beberapa hari terakhir.

Bahkan pihak RS Sanglah sempat mengeluarkan surat bernomor: KN.02.06/XIV. 2.2.1/10451/2020, perihal sumbangan untuk kasus covid-19 tertanggal 19 Maret 2020. Isi surat tersebut yakni, memberikan kesempatan kepada semua pihak yang berkenan untuk memberikan sumbangan berupa barang maupun uang.

Namun, surat itu kemudian diralat dengan surat baru bernomor: KN.02.06/XIV. 2.2.1/10665/2020 tertanggal 20 Maret 2020 perihal pemberhentian sumbangan untuk covid-19. Pihak RS Sanglah menyatakan, seluruh kebutuhan menangani covid-19 ditanggung pemerintah provinsi Bali.

Ketua Satgas Penanggulangan covid-19 Bali Dewa Indra menjelaskan, pihaknya memahami kekurangan APD di RS Sanglah. Namun, ketersediaan peralatan itu langka di pasaran.

“Saya sendiri yang berkomunikasi dengan Dirut RS Sanglah, untuk merevisi dan mencabut surat tersebut. Semua kebutuhan di RS Sanglah agar diajukan ke Pemprov Bali dan Gubernur sudah bersedia membantu,” kata Dewa Indra memberikan keterangan melalui saluran live streaming, Minggu, 22 Maret 2020.

Menurut Dewa Indra, anggaran untuk penanganan covid-19 di Bali sudah tersedia. Hanya, saat ini ada kelangkaan APD di pasaran. Pihaknya juga meminta pasokan dari pemerintah pusat namun juga terkendala dengan kelangkaan barang.

Menghilangnya alat pelindung diri, dikatakan Dewa Indra, akan disiasati dengan tes cepat, screening dan uji lab covid-19 untuk orang yang berstatus ODP.

Saat ini, RS Sanglah tengah disiapkan untuk uji lab pasien covid-19 dan screening test dilakukan di RS Kesdam Udayana.

“Sedang disiapkan screening test dan swab tes ODP. Dalam beberapa hari kedepan akan bisa dilaksanakan,” jelasnya.

Dengan berfungsinya lab di RS Sanglah hasil tes akan diketahui lebih cepat. Sehingga pasien juga lebih cepat tertangani dan memperpendek masa rawat di rumah sakit

“APD sifatnya sekali pakai, kami terus bekerja mencari,” kata Dewa Indra. (Way)