Rp 400 Milyar Disiapkan Untuk Mendanai Festival Lokal di Bali

    


Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta secara resmi membuka event tahunan Nusa Dua Fiesta ke XVIII, Jumat 9 Oktober 2015 - foto: Alit

KORANJURI.COM – Penyelenggaraan event skala lokal di Kabupaten/Kota di Bali mendapat dukungan anggaran dari Kementerian Pariwisata. Untuk kegiatan itu, Bali seharusnya mendapat Rp 200 milyar. Namun kata wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta, dana yang digelontor mencapai Rp 400 milyar.

“Sebenarnya jumlahnya off the record. Tapi yang jelas kita sudah mendapatkan biaya untuk festival lokal di Bali dari Kemenpar,” kata Sudikerta saat membuka event tahunan Nusa Dua Fiesta XVIII, Jumat (09/10/2015).

Festival lokal, dikatakannya, sebagai ujung tombak dan daya tarik wisatawan datang ke Bali. Setiap daerah di Bali mempunyai khasanah budaya dan tradisi yang perlu dikembangkan dan dilestarikan.

Daya dukung wisata untuk menarik turis salah satunya melalui festival daerah yang cukup banyak berkembang di Bali. Hal itu, menurut Sudikerta, sebagai diversifikasi wisata sangat penting mendukung promosi kepariwisataan yang selama ini sudah ada di Bali.

“Kita harus getol berpromosi. Dengan mendukung pelaksanaan festival daerah ini, kita sudah melakukan promosi terhadap pariwisata Bali,” jelas Sudikerta.

Sementara itu, event tahunan Nusa Dua Fiesta ke XVIII kali ini berlangsung selama lima hari dari 9-13 Oktober 2015. Tema yang diangkat tidak berbeda dengan tahun lalu yakni Love, Peace and Harmony.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, I Gde Pitana menyebut Bali menyumbang 40 persen kepariwisataan di Indonesia. Karena itu, branding harus tetap dilakukan untuk mengembangkan identitas dalam menghadapi persaingan dengan negara lain.

“Kalau tak berpromosi akan kalah dengan negara lain, Thailand misalnya, mereka cukup gencar melakukan branding pariwisatanya,” kata Pitana di Peninsula, Nusa Dua.

Ajang Nusa Dua Fiesta ini, ia mengharapkan, dapat dijadikan inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan potensi wisata yang ada. Bali yang jadi destinasi wisata dunia, juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat untuk berpromosi wisata.

way