Roots Day: SMK Kartika Cendekia Purworejo Deklarasikan Anti Perundungan

    


Roots Day, SMK Kartika Cendekia Purworejo deklarasikan Anti Perundungan, Kamis (09/12/2021) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bertemakan Roots Day, Hari Unjuk Informasi dan Kreasi tentang Pencegahan Perundungan di Sekolah, SMK TI Kartika Cendekia Purworejo mendeklarasikan Anti Perundungan, Kamis (09/12/2021).

Dalam deklarasi tersebut, sebanyak 30 siswa dan 5 guru pendamping/fasilitator, ditetapkan sebagai agen perubahan untuk Anti Perundungan.

Deklarasi yang dihadiri oleh Dr. Nikmah Nurbaity, S.Pd., M.Pd.B.I, Kacabdin Pendidikan Wilayah VIII Provinsi Jateng, Pengawas SMK Achmad Chamdani, S.Pd, M.Pd, Kasat Bimas Polres Purworejo Iptu Sarbini, Kepala SMK TI Kartika Cendekia Purworejo Agus Setya Ardiyanto, A.Md, serta segenap tamu undangan lainnya itu, ditanda dengan penyematan pin agen perubahan.

Dalam kesempatan tersebut, Nikmah Nurbaity tak lupa mengucapkan selamat atas terpilihnya SMK TI Kartika Cendekia Purworejo sebagai salah satu sekolah Pusat Keunggulan. Dari 126 SMK di wilayahnya, baru 18 yang terpilih menjadi SMK PK.

Dengan deklarasi Anti Perundungan di SMK TI Kartika Cendekia Purworejo, kata Nikmah Nurbaity, agen perubahan dituntut untuk mengubah hal-hal baik menjadi lebih baik lagi, mengajak temannya memiliki karakter yang baik, memiliki atitude yang positif, dan hanya melakukan hal-hal baik saja.

“Sebagai SMK Pusat Keunggulan, SMK TI Kartika Cendekia Purworejo itu siswa-siswanya unggul, karyawannya unggul, guru-gurunya unggul, kepala sekolahnya unggul, program-programnya juga unggul. Yang berarti lebih baik dari yang lain, memiliki standar dan kompetensi yang tinggi, serta karakter yang bagus,” ujar Nikmah Nurbaity.

Menurut Kepala SMK TI Kartika Cendekia Purworejo Agus Setya Ardiyanto, A.Md, dengan dipilihnya sebagai sekolah Pusat Keunggulan, salah satu program kegiatannya adalah ada anti perundungan/ Roots Day.

“Kami menyiapkan anak-anak ini menjadi sebuah agen perundungan, dimana nanti mereka akan mengedukasi teman-teman yang lain, baik ke adik kelas, kakak kelas maupun teman seangkatannya, terkait perundungan,” jelas Agus.

Secara resmi, kata Agus, materi tentang perundungan sudah diajarkan, tetapi untuk lebih maksimal dari pihak sekolah juga mengundang Polres Purworejo, untuk penanganan dari segi hukum jika hal itu terjadi.

“Harapannya di SMK TI Kartika Cendekia Purworejo tidak terjadi perundungan, atau tindak kekerasan apapun, verbal, fisik atau lainnya,” pungkas Agus. (Jon)