Riwayat Corona di Bali dan Naiknya Grafik Transmisi Lokal di Awal Juni

    


Pemeriksaan kesehatan pekerja migran Indonesia (PMI) ketika mendarat kembali di Bali - foto: Ilustrasi/Istimewa

KORANJURI.COM – Akhir Mei 2020, angka transmisi lokal covid-19 di Bali berhasil dikendalikan penyebarannya. Upaya yang dilakukan Gugus Tugas Bali adalah membentuk Satgas Gotong Royong di tingkat Desa Adat.

Namun, perubahan grafik terjadi memasuki bulan Juni 2020. Jumlah transmisi lokal meningkat.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bali Dewa Made Indra menyatakan, pihaknya tak menutup mata dengan perubahan kenaikan grafik penularan lokal.

“Naiknya angka transmisi lokal ini adalah bukti bahwa ada sebagian masyarakat yang belum disiplin menerapkan protokol kesehatan dan menjaga stamina tubuh,” kata Dewa Indra, Rabu, 17 Juni 2020.

Sekda Bali ini juga menyebut, pasar sebagai tempat berisiko dan menjadi klaster baru dalam penyebaran covid-19.

Bali sebagai destinasi wisata dunia memiliki riwayat penyebaran covid-19, yang dimulai dari kasus terinfeksi patogen covid-19 secara imported case.

Fakta di lapangan, tambah Dewa Indra, kasus imported case di Bali didominasi oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Saat itu, gugus tugas menerapkan SOP khusus yaitu, melokalisir carrier. Pemeriksaan terhadap carrier dilakukan sangat ketat melalui rapid test dan uji swab tenggorokan,” jelasnya.

Carrier atau dalam hal ini PMI yang hasilnya positif covid-19, segera ditangani Gugus Tugas Provinsi Bali. Untuk yang negatif, wajib menjalani karantina di lokasi yang ditentukan oleh pemerintah Kabupaten/Kota.

“Upaya itu terbukti efektif dan hingga akhir Mei kasus transmisi lokal berhasil dikendalikan,” kata Dewa Indra. (Way)