Ribuan Umat Kristen di Denpasar Ikuti Ibadah Paskah di Lapangan Praja Raksaka, Kepaon

    


Ibadah Subuh perayaan Paskah 2017 di Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Maranatha Denpasar dipusatkan di Lapangan Praja Raksaka, Kepaon, Denpasar, Minggu, 16 April 2017 - foto: Wahyu Siswadi/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Puncak peringatan Tri Hari Suci di Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Maranatha Denpasar dipusatkan di Lapangan Praja Raksaka, Kepaon, Denpasar, Minggu, 16 April 2017. Ibadah dimulai pukul tiga subuh yang dihadiri oleh ribuan umat Kristen di Denpasar.

Ibadah peringatan kebangkitan Isa Al-Masih itu dikemas dengan berbagai pertunjukkan antara lain drama penyaliban Yesus Kristus hingga bangkit pada hari ketiga setelah kematian-Nya.

Gereja mengajak umat merenungkan prosesi Penyaliban Sang Mesias dengan tajuk ‘Ketakutan bukan untuk Ditakuti’ mengutip dari Injil Lukas 24:1-8. Makna Paskah adalah menyingkirkan rasa takut yang dialami manusia.

Ketakutan adalah musuh terbesar bagi setiap orang. Manusia, dalam renungan itu disebut, kerap merasa dihadapkan pada fobia ketakutan yang justru akan menghambat aktifitas dan kesuksesannya di masa mendatang.

Sementara, Yesus Kristus yang telah tersalib memberikan teladan dalam mengalahkan ketakutan ketika menghadapi penyaliban yang menjadi bentuk eksekusi terkejam yang pernah ada di dunia.

Esensi dari penyaliban bukanlah kematian itu sendiri, melainkan penderitaan saat menjelang kematian.

“Kristus berkorban untuk keselamatan dunia dan gereja membuat tradisi Paskah,” kata Ketua Majelis Jemaat GPIB Maranatha Denpasar, Pendeta Abraham Supriyono, Minggu, 16 April 2017.

Ibadah itu juga dihadiri oleh Inspektorat Jendral TNI Angkatan Darat (IRJENAD) Mayjend TNI Johny Lumban Tobing. Panglima Kodam IX/Udayana, Mayjen TNI Komaruddin berhalangan hadir pada ibadah subuh itu.
 
 
Way