Rentan Terpapar Covid-19, 40 Napi Rutan Purworejo Jalani Asimilasi di Rumah

    


Karutan Purworejo, Lukman Agung Widodo, saat memberikan pengarahan pada napi yang akan menjalani asimilasi di rumah, Kamis (2/4/2020) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – 40 orang Napi (Narapidana/Warga Binaan Pemasyarakatan) Rutan Kelas IIB Purworejo, menjalani masa asimilasi di rumah masing-masing, mulai Kamis (2/4).

Hal itu, sebagai tindak lanjut dari Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 dan Kepmenkumham Nomor M.HH-19.PK/01.04.04 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

“40 napi ini menjalani asimilasi di rumah masing-masing dengan keluarganya. Mereka tidak boleh berkeliaran,” ujar Karutan Purworejo, Lukman Agung Widodo, Kamis (2/4/2020).

Lukman menjelaskan, asimilasi di rumah masing-masing ini, dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19. Hanya napi yang sudah memenuhi persyaratan dan ketentuan yang bisa mengikutinya, yakni, yang sudah menjalani setengah dari masa pidananya, juga yang dua per tiga masa pidananya hingga 31 Desember 2020.

Sementara untuk kasus khusus sesuai dengan PP No 99  seperti korupsi, narkoba, psikotropika, teroris kejahatan trans nasional dan TPPO, masih menunggu keputusan lebih lanjut, dan tidak masuk dalam asimilasi ini.

Menurut Lukman, napi di dalam rutan sangat rentan terhadap penyebaran Covid-19. Di dalam, mereka tidak bisa menjaga jarak. Jika ada yang terpapar satu saja, maka semua bisa terjangkit dengan mudah.

“Untuk pengeluaran napi, kita berkoordinasi dengan Bapas Magelang yang ditunjuk untuk melakukan pengawasan terhadap Narapidana yang melaksanakan asimilasi di rumah,” pungkas Lukman. (Jon)