Rencana Bupati Merelokasi PKL Alun-alun Purworejo Ditolak Pedagang

    


Ratusan PKL alun-alun Purworejo berunjuk rasa terkait rencana pembangunan alun-alun Purworejo. Mereka menolak dipindah ke Taman Kuliner - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Ratusan PKL (Pedagang Kaki Lima) alun-alun Purworejo, yang tergabung dalam Paguyuban PKL Pendowo, Senin (31/7) melakukan unjuk rasa. Unjuk rasa kali ini, merupakan unjuk rasa yang ketiga, menyikapi rencana Bupati Purworejo Agus Bastian, yang akan membangun alun-alun Purworejo, dengan memindahkan para PKL Pendowo ini di tempat khusus, yang diberi nama Taman Kuliner.

Terkait rencana Bupati Agus Bastian ini, para PKL Pendowo menolak untuk dipindah, dengan menempati Taman Kuliner, yang nantinya akan bertempat di lapangan tenis Kodim. Mereka beralasan, tempat tersebut kurang strategis, yang bisa menyebabkan dagangan tidak laku, dan menjadikan pedagang ‘mati’.

Unjuk rasa dimulai dengan berkumpulnya massa di depan masjid agung Darul Mutaqien, yang dilanjutkan di tengah alun-alun Purworejo. Di sini, para pengunjuk rasa berorasi, dengan pengawalan ketat petugas kepolisian.

Menurut Heri P, selaku koordinator aksi, unjuk rasa tersebut dilakukan dengan damai dan tanpa anarkis. Heri meminta, agar Bupati Purworejo mendengarkan aksi para PKL ini.

“Mereka berjualan di alun-alun Purworejo sudah puluhan tahun, yang tentunya juga memberikan kontribusinya pada pemerintah yang tak sedikit. Jika dipindah, bagaimana nasib mereka?” ujar Heri, yang disebut para pengunjuk rasa sebagai teman PKL ini.

Heri menegaskan, bahwa para PKL Pendowo tidak menolak atau menentang rencana Bupati Purworejo untuk membangun alun-alun Purworejo menjadi lebih indah dan rapi. Tapi mereka menginginkan, untuk bisa tetap berjualan di alun-alun, meski sudah dibangun nantinya. Mereka minta dibuatkan shelter untuk berjualan di alun-alun.

“Hal itu sesuai master plan pembangunan alun-alun 2014, di masa Bupati Mahsun Zein,” jelas Heri.

Dari alun-alun, unjuk rasa dilanjutkan ke gedung DPRD. Disini, mereka berorasi. Pengunjuk rasa diterima sejumlah anggota dewan, yang diketuai Hendricus Karel, dari fraksi PDI P, yang juga ketua komisi D. Di ruang sidang, para perwakilan pengunjuk rasa menyampaikan aspirasinya

Usai berunjuk rasa di gedung dewan, pengunjuk rasa bergerak ke kantor bupati Purworejo. Unjuk rasa makin meriah, dengan selingan teaterikal, dan hiburan musik angklung. (Jon)