Relawan Jokowi-Ma’ruf Serukan Pernyataan Sikap Jelang Putusan MK

    


Seluruh Elemen relawan pendukung Capres 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengambil pernyataan sikap menjelang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) sidang sengketa Pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, pada Kamis, (27/6/2019) - foto: Bob/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Seluruh Elemen relawan pendukung Capres 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengambil pernyataan sikap, menjelang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) sidang sengketa Pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, pada Kamis, (27/6/2019).

Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo) Budi Ari Setiadi mengatakan, Mahkamah Konstitusi (MK), merupakan sebuah lembaga, yang diamanatkan Undang-Undan‘ Dasar 1945, dan juga Undang – Undang nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

“Mahkamah Konstitusi, sebagai lembaga yang akan menyelesaikan sengketa Pemilihan Umum, baik itu pemilihan legislatif maupun pemilihan Presiden,” katanya, di Rumah Makan Batik Kuring Jakarta Selatan, Kamis, (27/6/2019).

Menurut Budi, penyelesaian sengketa di MK itu, sebagai wujud pelaksanaan demokrasi dalam negara hukum, yang mengedepankan dengan cara-cara yang beradab dan bermartabat, sebagai implementasi nilai-nilai demokrasi, yakni mengedepankan argumen dan rasionalitas.

“Sehingga, pengukuhan hukum sebagai panglima itu, untuk menata kehidupan masyarakat secara bersama yang semua keputusannya harus kita hormati bersama,” tambahnya.

Adapun beberapa pernyataan sikap yang diambil oleh semua elemen pendukung Joko Widodo Ma’ruf Amin sebagai berikut;

Pertama, Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan lembaga yang diamanatkan Undang-Undang Dasar 1945 dan juga UU No.7/2017 tentang Pemilihan Umum untuk menyelesaikan sengketa pemilihan umum, baik pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden.

Sehingga, penyelesaian sengketa di MK adalah wujud pelaksanaan demokrasi dan negara hukum, yaitu mengedepankan cara-cara yang beradab dan bermartabat.

Kedua, mengajak semua kalangan masyarakat, khususnya para pendukung pasangan calon presiden untuk menerima keputusan MK dengan terbuka dan lapang dada. Hal itu, sebagai wujud penghormatan atas nilai-nilai demokrasi dan negara hukum.

Penghormatan pada kedua prinsip tersebut merupakan amanat reformasi yang diperjuangkan bersama-sama untuk menata Indonesia yang lebih baik. Perbedaan yang selama ini mencuat, harus dijadikan dasar pijakan untuk penataan politik yang lebih baik, bukan dieksploitasi untuk memecah belah kesatuan bangsa yang sudah dicanangkan dan dibangun dengan susah-payah oleh para pendiri bangsa.

Ketiga, mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk secara bersama-sama mendukung pasangan calon presiden terpilih yang ditetapkan KPU dan dikukuhkan MK dalam penyelesaian sengketa, untuk membawa Indonesia ke arah yang lebih baik, demokratis, dan berkeadilan sosial. Kemajuan Indonesia hanya dapat terwujud dengan dukungan seluruh rakyat Indonesia, dengan berbagai cara yang berbeda, yang menjadi warna-wami yang memperkaya kehidupan kita dalam berbangsa dan bernegara.

Keempat, kepada pasangan calon presiden terpilih untuk bekerja semaksimal mungkin, demi merwujudkan cita-cita proklamasi dan pendirian bangsa, yakni menuju Indonesia yang sejahtera, adil, makmur, dan demokratis.

“Terakhir, kami menyerukan dan meminta kepada segenap masyarakat Indonesia untuk terus menerus menjaga persatuan , kedamaian dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat,” jelas Budi Ari Setiadi. (Bob)