Rektor Baru Dilantik, UNDWI Fokus pada Student Body Jumlah Mahasiswa

    


Rektor Universitas Dwijendra, Dr. I Gede Sedana, M.Sc., M.MA - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Penerimaan Mahasiswa Baru menjadi tantangan tersendiri bagi Universitas Dwijendra. Lembaga pendidikan yang saat ini dipimpin oleh rektor baru, Dr. I Gede Sedana, M.Sc., M.MA itu, harus mempertahankan student body sebagai salah satu syarat tetap akreditasi.

Gede Sedana mengungkapkan, setelah resmi dilantik sebagai rektor, pihaknya fokus pada pembenahan internal kampus. Termasuk persiapan penerimaan mahasiswa baru.

“Penerimaan mahasiswa baru ini jadi tantangan. Maka dari itu, saya mengajak BEM ikut mempromosikan keluar wilayah Bali, terutama di NTT,” jelas Gede Sedana, Selasa, 7 Mei 2019.

Terkait dengan dana pendidikan, pihaknya meyakinkan, biaya kuliah di UNDWI cukup terjangkau. Pihaknya juga tidak ketat menerapkan aturan bagi mahasiswa yang belum menyelesaikan biaya kuliah.

Namun, pihaknya tetap menekankan komitmen mahasiswa untuk ikut membangun pendidikan.

“Mekanisme pembayaran yang kami terapkan nanti tidak terlalu ketat. Namun kami tetap akan melihat dan menanyakan komitmen mahasiswa dalam ikut membangun lembaga pendidikan kita,” jelasnya.

Universitas Dwijendra selama ini, secara rutin mengadakan kerjasama dengan beberapa universitas di dunia. Diantaranya, Maryland University dan juga mengadakan pertukaran budaya dengan Chulalongkorn University Thailand.

Gede Sedana mengatakan, setiap tahun, Maryland University mengirim 20 hingga 25 mahasiswa pasca sarjana ke Universitas Dwijendra. Sedangkan dengan Nagoya University, Jepang, UNDWI menjalin kerjasama dalam bidang riset.

“Kita juga kerjasama dengan Landy Institute dari Tanzania,” ujar Gede Sedana.

Dalam Pelantikan Rektor dan Pejabat Struktural di Universitas Dwijendra periode 2019-2023 juga dihadiri dari perwakilan sister university diantaranya Naori Miyaza, Ph.D., salah satu profesor dari The University Of Nagoya Japan. (Way)