Rebut Senjata Polisi, Dor! Bandar Narkoba Tewas

    


Dari kiri AKBP Doni Alexander Kasubdit II Ditnarkoba Polda Metro Jaya bersama Diresnarkoba Kombes Suwondho Nainggolan dan Kabidhumas Kombes Argo Yuwono, serta Wadirnarkoba AKBP Yulius Audie saat memberikan keterangan pers di Polda Metro Jaya, Senin 5 Februari 2018 - foto: Bob/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Subdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus narkoba jenis metamfetamina/sabu seberat 25 kg jaringan internasional. Sindikat ini beroperasi lintas batas, Malaysia, Riau, Padang dan Jakarta. Pelaku berjumlah 3 orang.

Menurut Diresnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondho Nainggolan, anggota Timsus Subdit II dan Unit 3 Subdit II yang dipimpin Kasubdit II/Psikotropika, AKBP Donny Alexander, telah melakukan penangkapan terhadap tersangka DO alias D di Loby Hotel Sentral, Pramuka.

“Kemudian dilakukan penggeledahan di kamar 529 Hotel Sentral dan disita 2 buah tas ransel warna hitam berisi sabu 17 kg,” kata Suwondho.

Lebih jauh Suwondho menjelaskan, kasus ini dikembangkan dan pada Kamis, 25 Februari 2018 olehanggota tim dan berhasil menangkap tersangka HW alias S di restoran cepat saji KFC lantai 2 Mall Arion, Rawamangun. Barang bukti sabu-sabu yang diamankan sebanyak 3 kg.

Selain itu tambah Suwondho, narkotika jenis sabu-sabu yang disita dari tersangka DO alias D dibawa dari Pekanbaru, Riau bersama EP alias E yang berada di Pekanbaru.

“Di Riau untuk mengambil narkotika jenis sabu,” ujar Suwondho di Mapolda Metro Jaya, Senin 5 Februari 2018.

Suwondho melanjutkan, petugas melakukan pengembangan ke Pekanbaru, Riau pada Jumat 26 Januari 2018 sekitar pukul 14.30 WIB. Tersangka EP alias E berhasil ditangkap di depan Gaul Salon, jalan Rajawali, kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, Riau.

Selanjutnya dilakukan penggeledahan di rumah tersangka E di Koto Tuo Mungka, kelurahan Mungka kecamatan Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Disitu ditemukan barang bukti 1 buah tas berisi 8 bungkus plastik narkotika jenis sabu-sabu seberat 8 Kg.

“Selanjutnya tersangka EP alias E berikut barang bukti dibawa ke Polda Metro Jaya,” jelasnya.

Sementara itu, Senin, 29 Januari 2018 sekitar pukul 23.00 WIB, tersangka DO alias D dibawa petugas ke daerah Rawamangun Jakarta Timur untuk menunjukkan jaringannya. Namun sekitar pukul 01.00 WIB, tersangka DO alias D melawan dan berusaha merebut senjata api milik petugas. Lalu, dilakukan tindakan tegas yang mengakibatkan tersangka DO alias D meninggal dunia dan jenazahnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati. (YT)