Ratusan Peserta Ikuti Tes Perangkat Desa

    


Para peserta calon sekdes Rowodadi, Grabag, Purworejo, saat mengikuti test akademis, Jum'at (8/12) di SMA N 8/Purworejo - foto,: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sebanyak 123 peserta, mengikuti test pengisian perangkat desa (sekdes, kaur, kasi, kadus) di wilayah Kecamatan Grabag, Purworejo, Jum’at (8/12). Test tertulis yang dilaksanakan di SMAN 8 Purworejo itu, merupakan tes untuk gelombang kedua, untuk 19 desa.

Menurut Camat Grabag, Jainudin, untuk test perangkat desa gelombang pertama, sudah dilaksanakan pada pertengahan Agustus lalu, dengan peserta dari 11 desa dan sudah dilantik pada akhir September.

“Untuk peserta yang lulus tahap pertama ini, akan mengikuti seleksi kompetensi dan komputer di desa masing-masing,” jelas Jainudin, Jum’at (8/12).

Pada pelaksanaan tes gelombang kedua tersebut, untuk Desa Rowodadi, mendapat perhatian ‘khusus’. Test akademis untuk jabatan sekdes dengan 8 peserta itu, semula akan dilaksanakan di Desa Rowodadi.

Masyarakat menghendaki, agar test dilakukan di desa, supaya transparan dan jurdil. Namun karena ada suatu permasalahan, test dilakukan secara bersama-sama dengan desa lainnya di SMA N 8.

“Peserta test dari Desa Rowodadi, untuk sekdes 8 peserta, dan 2 peserta untuk kadus. Untuk menjaga suasana tetap kondusif, test dilakukan di SMA N 8 ini,’ jelas Jainudin, yang juga Ketua Tim Pengawas dan Fasilitasi Pengisian Perangkat Desa Kecamatan Grabag.

Menurut ketua BPD Rowodadi, Susilo, yang ikut memantau pelaksanaan test, dari awal memang masyarakat menghendaki test tertulis dilaksanakan di desa. Ada 8 calon sekdes yang ikut seleksi, yakni, Setiawan Purbokusumo, Wiji Wahyuningsih, Enggar, Marjono, Restu Pamungkas, Prastuti, Aji, dan Slamet.

Namun setelah ada kesepakatan antara panitia pelaksana dan camat, test dilakukan bersama dengan desa-desa lainnya, namun dengan syarat, saat koreksi, harus ada saksi dari masing-masing calon.

Untuk menjaga agar tidak terjadi kebocoran, soal test dari kecamatan. Ada 3 soal (berkas) dengan materi berbeda, dan diundi salah satunya untuk test peserta calon sekdes.

“Untuk menjaga agar jujur dan transparan. Karena disinyalir, ada pengondisian untuk meloloskan salah satu calon sekdes,” jelas Susilo. (Jon)