Ratusan Guru SD di Purworejo Ikuti Diklat Daring

    


Sukmo Widi Harwanto, SH, MH, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Purworejo (paling kiri), saat membuka Diklat Daring untuk kepala sekolah dan guru SD se Kabupaten Purworejo, Senin (20/4), di SDN Wirotaman, Kutoarjo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) Kutoarjo, mengadakan Diklat Daring, Pembelajaran Era Digital Berbasis IT. Kegiatan yang berlangsung dari Senin (20/4) hingga Sabtu (25/4) ini, diikuti oleh 103 peserta, terdiri dari kepala sekolah dan guru SD se Kabupaten Purworejo.

Diklat Daring yang berpusat di SD Wirotaman, Kutoarjo ini, dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Purworejo, Sukmo Widi Harwanto, SH, MH, Senin (20/4).

Menurut Sukmo, dirinya menyambut baik dan mensuport kegiatan Diklat Daring tersebut, yang tetap bisa dilaksanakan meski para peserta tidak bisa bertemu/hadir secara langsung. Pelaksanaannyapun dengan cara video conference menggunakan aplikasi Cisco Webex.

“Cara ini memang solusi yang tepat dalam suasana pandemi Covid-19 yang saat ini tengah terjadi,” ujar Sukmo, di sela-sela kegiatan.

Sukmo juga mengucapkan banyak terimakasih kepada K3S Kutoarjo sebagai penyelenggara kegiatan, karena dengan Diklat Daring tersebut, dapat untuk meningkatkan peningkatan mutu/kompetensi bagi kepala sekolah maupun guru SD.

Sukmo mengakui, dalam pembelajaran daring, ada kendala yang ditemui, yakni, masalah jaringan internet. Karena tidak semua sekolah SD terjangkau jaringan internet. Dari pendataan yang dilakukan, ada sekitar 40 persen dari SD yang ada di Kabupaten Purworejo, yang belum terjangkau jaringan internet.

“Kita berharap, beberapa bulan kedepan semua SD di Purworejo sudah terjangkau jaringan internet. Saat ini kita tengah mengupayakan hal itu,” ujar Sukmo.

Dalam kesempatan tersebut, Ernawati Setyo Nugraheni, selaku Kepala SDN Wirotaman, Kutoarjo menjelaskan, dalam Diklat Daring tersebut, menghadirkan beberapa pemateri/narasumber. Selain dirinya, ada beberapa narasumber lainnya yang dihadirkan, yakni, Paino (teknisi SMP N 3 Purworejo), Kasman (dari K3S) dan Siti Komsatun.

“Kegiatan ini setidaknya memberi gambaran, bahwa tingkat SD pun sudah melaksanakan pembelajaran daring,” ungkap Ernawati.

Ernawati berharap, dengan pembelajaran daring, meski di tengah pandemi Corona, proses kegiatan belajar mengajar di SD tetap bisa dilaksanakan.

Menurut Ernawati, sejak dini, anak-anak SD perlu diperkenalkan dengan IT (Information technology), sehingga nantinya mereka sudah terbiasa dengan yang namanya teknologi, dan tidak hanya mengenal pembelajaran konvensional saja.

“Dengan memperkenalkan IT, bisa menjadi sarana pembelajaran interaktif bagi siswa dan guru,” ujar Ernawati.

Di sela-sela pembukaan Diklat Daring tersebut, Sukmo juga menyempatkan diri, membagikan paket sembako pada perwakilan orangtua/wali murid SD Wirotaman.

Pembagian 60 paket sembako tersebut, menurut Ernawati, sebagai bentuk kepedulian pihak sekolah kepada para orangtua/wali murid, sebagai warga yang terdampak Covid-19. (Jon)