Ratusan Botol Miras Disita dalam Operasi Pekat Gabungan Jawa Tengah

    


Petugas menunjukkan barang bukti miras yang disita - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Gabungan yang digelar Satpol PP Provinsi Jawa Tengah bersama Satpol PP Damkar Kabupaten Purworejo, Kamis (7/11), menyita ratusan botol miras dari berbagai jenis.

Sebanyak 403 botol miras berhasil disita dalam operasi gabungan tersebut. Hasil ini menjadi yang terbanyak dibandingkan operasi-operasi sebelumnya sepanjang tahun 2019.

“Ratusan botol miras itu disita dari 3 lokasi yang sebelumnya telah menjadi target penertiban, di Desa Trirejo, Loano dengan penjual bernama S (57), di Sejiwan, Trirejo, Loano dengan penjual berinisial AP (39), dan Desa Wingkomulyo, Ngombol dengan penjual berinisial PP (31),” jelas Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo, Budi Wibowo, Sabtu (9/11).

Menurut Budi Wibowo, target yang telah diincar sebenarnya ada 4 titik. Tapi satu lokasi yaitu di wilayah Kutoarjo kemungkinan bocor sehingga tidak berhasil ditemukan barang bukti.

Tidak hanya Miras, Operasi Pekat Gabungan juga menyasar lokasi prostitusi Gunung Tugel di wilayah Kecamatan Kutoarjo. Namun, operasi terindikasi bocor sehingga saat disisir dalam keadaan kosong.

“Operasi Pekat ini dalam rangka penegakan Perda dan memberikan kenyamanan serta ketertiban, khususnya Miras dan Prostitusi yang selama ini meresahkan masyarakat,” kata Budi Wibowo.

Menurutnya, sebagian pengedar Miras yang terjaring adalah wajah lama. Mereka tercatat kerap disidangkan serta menerima sanksi denda dengan jumlah yang cukup besar.

“Untuk memberikan efek jera, pengedar yang kita amankan dalam operasi ini juga akan kita sidangkan di Pengadilan Negeri dan selanjutya akan terus kita pantau,” pungkas Budi Wibowo. (Jon)