Rajabasa Lampung Wilayah Terparah di Sumatera Akibat Terjangan Tsunami Banten

    


Kodam II/Sriwijaya mengerahkan ratusan pasukannya ke Provinsi Lampung untuk membantu menanggulangi dampak bencana tsunami - foto: Istimewa

KORANJURI COM – Kodam II/Sriwijaya mengerahkan ratusan pasukannya ke Provinsi Lampung untuk membantu menanggulangi dampak bencana tsunami yang terjadi pada Sabtu (22/12/208) malam.

Kapendam II/Swj Kolonel Inf Djohan Darmawan menyatakan, ratusan personel yang diterjunkan untuk membantu korban bencana alam Tsunami di wilayah pesisir Lampung Selatan, Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Tanggamus.

Pasukan Kodam II/Sriwijaya yang dikerahkan terdiri dari satu SSK prajurit dari Batalyon Infanteri 143, satu SSK dari Kodim Bandar Lampung, satu SSK dari Kodim Lampung Selatan, 1 SSK dari Kodim Lampung Tengah, satu peleton dari Denbekang Lampung ditambah dua peleton dari Brigmar-4/BS.

“Pengiriman pasukan ini merupakan tindak lanjut dari perintah langsung Pangdam II/Swj Mayjen TNI Irwan, S.I.P., M. Hum., ke jajarannya untuk segera memberikan penanganan korban untuk mengantisipasi kemungkinan tsunami susulan yang akan terjadi,” jelas Djohan Darmawan.

Jumlah korban meninggal dunia sebanyak 18 orang yang berasal dari Desa Rajabasa, Desa Sukaraja, Way Muli Induk dan Way Muli Timur. Jumlah korban luka sebanyak 75 orang.

Sedangkan kerusakan material yakni, 9 rumah di Rajabasa, 17 rumah di Sukaraja, 20 rumah di Way Muli dan 58 rumah di Way Muli Timur.

“Untuk wilayah Bandar Lampung, dua rumah rusak berat rumah dan rusak ringan dua rumah,” jelasnya.

Di Wilayah Kabupaten Tanggamus, korban meninggal dunia satu orang, 1 rumah rusak berat, 3 rumah rusak ringan dan 70 unit perahu mengalami kerusakan.

“Sampai saat ini masih dilakukan evakuasi gabungan oleh TNI, Polri, Basaranas, BPBD, PMI, serta dibantu oleh anggota Puskes setempat,” tambah Djohan. (Bob)