Raih Suara Terbanyak, drg Maharani Terpilih Jadi Ketua PDGI Purworejo

    


drg Maharani Mantusiana, Ketua PGDI Cabang Purworejo terpilih periode 2022-2025 - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – drg Maharani Mantusiana, akhirnya terpilih menjadi Ketua PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) cabang Purworejo, dalam pemilihan yang dilakukan Selasa (28/06/2022), pada acara Musyawarah Cabang PDGI di ruang auditorium RSUD Tjitrowardjojo, Purworejo.

Dalam pemilihan yang diikuti tiga kandidat itu, Maharani berhasil meraih 24 suara, terbanyak dari dua pesaingnya, drg Arlita Tri Sulistyandari, Sp, BMM dengan 18 suara, dan drg Nancy Megawati Hadisusilo, MM dengan 13 suara.

Menurut drg Edhi Sucipto selaku Ketua Panitia Penyelenggara, atas kemenangannya itu, Maharani berhak memimpin PGDI cabang Purworejo periode 2022-2025, menggantikan ketua lama, drg Ernawan Cahyo Winardi, MM.

“Jumlah anggota PDGI Purworejo 63 orang. Yang mengikuti pemilihan ketua hanya 55 orang,” jelas Edhi, usai kegiatan.

Dijelaskan pula, pemilihan ketua merupakan agenda utama Muscab kali ini. Agenda muscab, seharusnya menjadi agenda 3 tahunan. Namun karena adanya pandemi, muscab yang seharusnya dilakukan tahun 2020 menjadi tertunda dan baru dilaksanakan tahun 2022 ini. Sebelum adanya muscab, didahului dengan kongres di tingkat nasional dan muswil di tingkat propinsi.

“Karena pandemi pula, untuk kegiatan ilmiah, seminar dan baksos menjadi terganggu. Banyak teman-teman yang SKP (Sistem Kredit Profesi) nya agak kurang untuk memenuhi surat ijin praktek,” ungkap Edhi.

Atas terpilihnya menjadi Ketua PDGI Cabang Purworejo, Maharani mengucapkan rasa syukur, karena diberi amanah. Dia bertekad tetap akan mengembangkan PDGI, dengan berbuat ke masyarakat lebih bermanfaat, makin baik, dan program PDGI bisa terlaksana.

Salah satu program kedepannya, kata Maharani, dengan menekan angka Karies di Purworejo dan anak-anak sekolah dengan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS).

“Kalau dokter gigi yang di puskesmas, bisa mencapai dari level bayi sampai lansia yang diberi nama Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat,” jelas Maharani, yang saat ini juga menjabat Kepala Puskesmas Seborokrapyak, Banyuurip.

Kalau dokter praktek swasta, kata Maharani, tujuannya untuk penanganan secara klinis disertai edukasi perorangan. Namun bagi yang di Puskesmas, bisa lebih diberdayakan langsung ke masyarakat, mulai dari memperbanyak edukasi dan penanganan di segala usia.

“Angka Karies di Indonesia masih tinggi. Di Purworejo sendiri mencapai 25 persen. Untuk menekan itu, bisa dilakukan melalui edukasi maupun UKGS inovatif,” pungkas Maharani. (Jon)