Raih Pamsimas Award 2017, Bupati Eka Tempatkan Peran Wanita dalam Pembangunan Daerah

    


Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menerima penghargaan Pamsimas Award 2017 di Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua CPMU Pamsimas Ir Tanozisochi Lase, M.Sc. - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Pemkab Tabanan kembali meraih penghargaan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Award 2017. Pamsimas di Tabanan dikembangkan di Desa Munduk Temu, Kecamatan Pupuan, sejak 2014.

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengatakan, penghargaan yang diterimanya menjelaskan program Pamsimas di Desa Munduk Temu, berhasil memberikan akses air bersih bagi masyarakat.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama semua pihak. Salah satunya yang tidak bisa diabaikan adalah peran serta kaum perempuan, yakni ibu-ibu di desa setempat,” kata Bupati Eka, Selasa, 19 Desember 2017.

Peran serta kaum wanita dalam Pamsimas, kata Eka, tak bisa dipandang sebelah mata. Mereka ikut bergotong royong membantu pengerjaan fisik Pamsismas di desa.

Program itu sekaligus menempatkan isu gender dan pemberdayaan perempuan sebagai salah satu program utamanya.

“Salah satu penjabarannya di bidang kesehatan dalam bentuk Pemeriksaan Kanker Serviks dengan menyelenggarakan tes IVA maupun menyediakan Mobil Sehat,” kata Bupati Eka.

Peran serta kaum hawa di Desa Munduk Temu menjadi bukti eksistensi perempuan dalam pembangunan daerah.

Bupati Eka melanjutkan, kaum perempuan tidak hanya berkutat di urusan domestik. Di tataran masyarakat, mereka juga terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan sanitasi dan kebersihan lingkungan.

“Mereka tidak cuek lagi dengan masalah sampah karena sudah mulai memilah dan memilih sampah,” ujarnya.

Data dari Bapelitbang Kabupaten Tabanan, Pamsimas di Desa Munduk Temu telah berjalan sejak 2014 lalu. Dengan bermodalkan anggaran sekitar Rp 245 juta, masyarakat dapat mengakses 65 persen air bersih. Padahal, bila dibandingkan kondisi sebelumnya, masyarakat sangat kesulitan mengakses air bersih.

Kini setelah disupport dengan dana desa ditambah bantuan dana alokasi khusus (DAK) 2017 sekitar Rp 1,8 milyar serta sisa DAK 2017 sekitar Rp 163 juta, sistem Pamsimas di wilayah itu mampu diakses seratus persen oleh masyarakat setempat.

Hal penting lainnya yang membuat Pamsimas Munduk Temu dianggap berhasil adalah faktor sanitasi yang diterapkan masyarakatnya. Hal ini dikarenakan wilayah itu tersebut telah bebas dari Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Dengan kemudahan yang diberikan Pamsimas, kini masyarakat setempat jauh lebih mudah memperoleh air bersih tanpa harus menempuh jarak yang jauh. Atau, mengandalkan stok air hujan yang disimpan dalam cubang air seperti yang diterapkan sebelum 2014 lalu. (Way)