Putri Suastini Koster Kian Getol Angkat Kehidupan Sastra di Bali

    


Pegiat sastra di Bali Putri Suastini Koster memberikan penghargaan kepada pemenang lomba karya cipta puisi Guru se-Bali - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – 567 puisi dari karya 156 guru di Bali masuk dalam penilaian lomba cipta puisi yang digagas pegiat sastra Putri Suastini Koster. Secara khusus, karya-karya itu juga dibukukan dalam sebuah antologi puisi guru se-Bali.

Memaknai lomba cipta puisi tersebut, istri dari orang nomor satu di Bali Wayan Koster mengatakan, Bali tak kalah dengan wilayah lainnya sebagai pusat pengembangan seni sastra.

“Ini langkah kecil tapi kami lakukan dengan kecintaan yang tulus. Kami ingin memberi wadah bagi para guru yang punya bakat menulis puisi untuk menyalurkan hobi,” ujar Putri Koster, Jumat (10/1/2020).

Puisi menurutnya, merupakan salah satu seni yang mampu mengasah rasa kepekaan dan memberi kebahagiaan bathin bagi para penekunnya.

Dengan menulis puisi, ia berharap secara psikis berdampak positif bagi para guru yang menjadi ujung tombak dalam pembentukan karakter anak didik di sekolah.

Lomba cipta puisi guru se-Bali ini merupakan bagian penting dalam upaya pemajuan seni sastra. Menurutnya, para penggiat sastra patut berbangga karena Pemprov Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster tidak hanya telah memberi wadah untuk pengembangan seni tradisional.

Namun juga seni modern dan kontemporer melalui penyelenggraan Festival Seni Bali Jani di Denpasar, beberapa bulan lalu.

Lomba cipta puisi guru se-Bali yang kali pertama digelar ini, bakal dikembangkan ke tingkat nasional. Putri Koster berharap, gaung seni sastra puisi akan menjadi lebih luas lagi.

Ketua Dermaga Seni Buleleng Gde Artawan memberikan apresiasi atas konsistensi Putri Koster terhadap perkembangan seni sastra, khususnya puisi.

“Awalnya kami mengira semangat beliau akan redup setelah menjadi ibu gubernur. Namun tak disangka beliau menjadi semakin ‘gila’ dalam dunia sastra,” ujar Gde Artawan.

Tiga karya puisi berhasil lolos jadi juara masing-masing berjudul, ‘Senja Teduh dan Tiga Belas Catatan di Papan Tulis’ karya Ida Ayu Wayan Sugiantari, sebagai juara I.

Juara II karya GM Sukawidana yang berjudul ‘Fragmen 30’, dan ketiga karya I Gusti Putu Bawa Semar Gantang, dari puisinya berjudul ‘Tari Matahari’.

Masing-masing pemenang berhak memperoleh piagam penghargaan dan uang tunai. Menutup acara, Putri Koster membacakan puisi berjudul ‘Sumpah Kumbakarna’ dengan lantunan khas suara yang menggelegar. (*)