Puspanegara Sebut, Bali Dijual Murah ke Turis Tiongkok Sudah Terjadi 18 Tahun Silam

    


Gerbang Utama menuju wisata pantai Kuta - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Praktisi dan pemerhati pariwisata Bali, I Wayan Puspanegara mengkritisi fenomena anjloknya harga pariwisata Bali oleh turis Tiongkok. Menurut Puspanegara, kondisi ‘Bali dijual murah’ itu telah terjadi sejak tahun 2000 silam.

“Ini harus dihentikan, karena jelas mendegradasi arah pengembangan kepariwisataan bali yang berkualitas dan berkelanjutan,” jelas Puspanegara.

Tumbuhnya kunjungan wisman Tiongkok yang melampaui pertumbuhan wisman Australia, menurut Puspanegara, diikuti oleh banyak persoalan diantaranya, guide china ilegal yang tumbuh masif di Bali.

Menurutnya, ini nyaris tak terdeteksi. Faktanya, lanjut Puspanegara, Bali kekurangan ribuan guide berbahasa Mandarin dan hal itu dimanfaatkan oleh guide asing asal China.

Selain itu, kata Puspanegara, rendahnya daya beli wisman Tiongkok yang cenderung datang berkelompok, membuat mereka diarahkan ke lokasi wisata dan belanja yang murah.

Umumnya, lokasi wisata itu terarah ke hotel dengan okupansi rendah. “Daripada tidak terisi, restoran, toko oleh-oleh, dan objek yang dikelola oleh orang Tiongkok akan menerima harga rendah itu. Jadi peredaran uang hanya singgah di Bali tetapi kembali ke Tiongkok,” tambah Puspanegara.

Kondisi itu, dikatakan Puspanegara, memang tidak dapat dipukul rata kepada semua wisatawan Tiongkok. Namun secara umum, mereka datang secara berkelompok yang membeli paket wisata bali murah.

“Evaluasi terhadap perijinan agent dan biro perjalanan wisata yang khusus menangani wisman Tiongkok,” jelasnya. (Way)