Puri Ubud Angkat Drama Calonarang ke Panggung Pura Mangkunegaran, Solo

oleh
Penglingsir Puri Ubud Tjokorda Raka Kerthyasa atau Cok Ibah bersama Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka, Nicholas Saputra, Happy Salma dan pegiat seni di Kota Solo, Kamis, 22 Juni 2023 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Seniman Bali bakal memboyong cerita Calonarang ke panggung Pura Mangkunegaran. Pementasan drama itu dimotori oleh Titimangsa yang digawangi Happy Salma dan Nicholas Saputra sebagai produser, serta Jro Mangku Serongga sebagai sutradara.

Pementasan Sudamala dari epilog Calonarang ini melibatkan 402 seniman tari dan pekerja seni. 102 seniman berasal dari Bali. Kolaborasi seni juga melibatkan pegiat seni dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Solo.

“Ini adalah pertunjukan seni tradisi, dalam kurun waktu beberapa jam setelah
pemesanan pertunjukan dibuka melalui website, tiket telah terjual habis 90 persen,” kata Nicholas Saputra didampingi Happy Salma di Pura Mangkunegaran, Solo, Kamis, 22 Juni 2023.

Dalam sesi press conference, Penglingsir Puri Ubud Tjokorda Raka Kerthyasa atau Cok Ibah menjelaskan, ada beberapa kategori kesenian di Bali yang boleh dan tidak boleh dipentaskan.

Tokoh Puri Ubud yang juga budayawan dan seniman ini mencontohkan, Tarian Wali hanya boleh ditampilkan di acara khusus kegiatan keagamaan di Pura. Kemudian, Kesenian Bebali atau kesenian persembahan berbentuk banten atau sesajen seperti kesenian topeng.

“Selanjutnya kesenian Bali-Balian atau kesenian sebagai entertainment, sifat dan bentuk inilah yang kita persembahkan disini,” kata Cok Ibah.

Pertunjukan Sudamala: Dari Epilog Calonarang ini menampilkan 2 tokoh sentral yaitu Walu Nateng Dirah (Calonarang) dan Mpu Bharada. Kisah itu merepresentasikan simbol dualisme.

Jro Mangku Serongga, sutradara dalam kisah Calonarang menyebut, konteks musikalnya sengaja digarap baru. Namun, tetap menggunakan elemen-elemen tradisional yang melekat pada iringan Calonarang secara umum.

Sedangkan unsur watangan yang ada dalam cerita Calonarang dibuat dalam simbolisasi. Watangan adalah jasad atau mayat yang selalu ada dalam lakon Calonarang.

“Tidak menggunakan watangan atau mayat tapi tetap ada prosesi watangan sebagai simbolisasi,” kata Jro Mangku Serongga.

Pertunjukan Sudamala: Dari Epilog Calonarang akan digelar pada 24-25 Juni 2023 dalam rangkaian event ‘Satu dalam Cita’ di Pura Mangkunegaran, Solo. (Way/JK)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS

KORANJURI.com di Google News