Punya PAD Besar, Disel Astawa: Masyarakat Badung Harus Kritis

    


Wayan Disel Astawa - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Tokoh masyarakat Kuta Selatan, Wayan Disel Astawa mengatakan, Kabupaten Badung menjadi salah satu kabupaten dengan PAD terbesar di Indonesia.

PAD itu dihasilkan dari pendapatan pariwisata, khususnya dari wilayah Kecamatan Kuta maupun Kuta Selatan.

“Saya bersyukur sudah banyak masyarakat di dua kecamatan ini yang mulai sadar akan potensi wilayahnya. Mereka sadar sebagai penyumbang PAD terbesar ke Badung karena wilayahnya terdiri dari banyak hotel mulai dari bintang 5 hingga melati, restoran bintang dan sebagainya,” ujar Disel Astawa.

Dengan ‘kekayaan’ PAD yang dimiliki, dikatakan Disel Astawa, harus diimbangi dengan pemahaman masyarakat akan birokrasi pemerintahan terutama yang menyangkut dana hibah atau bansos.

Dengan pemahaman itu, kata Disel Astawa, pengembangan sektor wisata akan lebih maju jika masyarakat mampu mengambil dana hibah atau bansos dengan tantangan birokrasi yang ada.

“Pencairan APBD itu tidak sembarangan. Ketentuan sudah ada. Apalagi dana desa. Tanpa ada deal politik untuk memenangkan pasangan tertentu pun, dana desa harus tetap cair,” ujar Disel Astawa.

Maka pihaknya meminta kepada masyarakat agar lebih kritis dalam menerima janji bantuan. Terlebih lagi, di tahun politik seperti sekarang, kata Disel Astawa, situasi seperti itu bisa saja dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu untuk memberikan hibah anggaran ke desa.

Namun, jelas Disel Astawa, ada embel-embel untuk mengarahkan ke kandidat tertentu. Motif-motif seperti itu, dikatakan lagi, justru membodohi masyarakat.

“Saya selalu mengatakan, jangan sampai ada pemaksaan kehendak dalam Pilgub. Pilihan yang bertentangan dengan hati dan hanya karena diiming-imingi bantuan, akan merusak demokrasi itu sendiri,” ujarnya. (*)