Puncak Hari Bakti PU Ke-71, Dinas PU Bali Tingkatkan Pembangunan Prasarana Dasar

    


Pemotongan tumpeng usai apel peringatan Hari Bhakti PU Ke-71, di Kantor Dinas PU Provinsi Bali, Sabtu, 3 Desember 2016 - foto: Wahyu Siswadi/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pembangunan infrastuktur akan terus dilaksanakan untuk mengatasi disparitas antar wilayah, antar kawasan dan antar pendapatan masyarakat. Prasarana dasar yang dibutuhkan masyarakat mencapai 53 persen.

Sambutan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimulyono, dibacakan oleh Kepala Dinas PU-Pera Provinsi Bali, I Nyoman Astawa Riadi dalam apel peringatan Hari Bhakti PU ke-71.

Instruksi orang nomer satu di jajaran Kementerian PU tersebut mendapat sambutan Kadis PU Bali dengan memprioritaskan pembangunan prasana dasar untuk masyarakat dalam program kerja tahun 2017.

“Titik beratnya masih peningkatan maupun pemeliharaan jalan, air bersih dan irigasi. Program kerja 2017 kita prioritaskan pemeliharaan jalan di seluruh Bali untuk memperpendek waktu tempuh antar wilayah sehingga ekonomi diharapakan tumbuh lebih baik,” jelas Astawa Riadi usai apel peringatan Hari Bhakti PU Ke-71, Sabtu, 3 Desember 2016.

Hal itu, menurutnya selaras dengan pencapaian yang tertuang dalam target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019. Tema yang diusung pada peringatan Harbak PU 2016 yakni, ‘Kerja Nyata Membangun Infrastruktur Untuk Bangsa’ dikatakan Astawa, menjadi refleksi bagi semua insan PU dalam mengejar ketertinggalan membangun infrastruktur menjadi lebih baik.

Terkait kebutuhan air bersih di Bali, tahun 2017 dua wilayah yakni Badung dan Denpasar, kebutuhan air minumnya akan teratasi dengan mulai beroperasinya SPAM Penet. Dengan kapasitas 300 liter per detik, nantinya SPAM Penet akan memenuhi kebutuhan air minum untuk Denpasar dan Badung dengan jatah pemanfaatan masing-masing 150 liter/detik.

Sementara, menanggapi putusnya jalan yang menghubungkan Kota Denpasar dan Kecamatan Petang yang putus total beberapa waktu lalu, Astawa mengatakan pihaknya akan segera mengatasi dengan melakukan normalisasi akses.

Sampai saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung. Mengingat, selain jalan yang ambles sedalam 70 meter, disitu juga ada saluran irigasi milik Kabupaten Badung.

“Setelah dibangun Dinding Pengaman Tebing (DPT) oleh Dinas Bina Marga dan Pengairan Badung, kami segera memperbaiki jalan tersebut. Kami sudah berkoordinasi soal itu dan ini sudah ditangani,” ujar Astawa Riadi.
 
 
Way