Puluhan Tahun Menanti, Warga Sidomulyo Akhirnya Miliki Jembatan Gantung

    


Bupati Purworejo Agus Bastian, saat meninjau jembatan gantung Al Makmur, yang menghubungkan Desa Sidomulyo, Purworejo dan Trirejo, Loano, Rabu (21/3) - foto: Sujono Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Masyarakat Desa Sidomulyo, Kecamatan Purworejo, kini bisa bernapas lega. Setelah puluhan tahun, akhirnya jembatan gantung penghubung Desa Sidomulyo dengan Desa Trirejo, Loano diresmikan oleh Bupati Purworejo, Agus Bastian, Rabu (21/3).

Peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng, penandatanganan prasasti, serta pemotongan pita, dengan disaksikan Wabup Yuli Hastuti, jajaran muspida, serta segenap tamu undangan. Usai diresmikan, bupati berkenan meninjau jembatan.

“Keberadaan jembatan ini tentunya sangat penting dan strategis untuk membuka akses pendidikan, ekonomi dan sosial,” ujar Agus Bastian.

Bupati berpesan, agar masyarakat bisa merawat dan memelihara fasilitas-fasiltas yang sudah dibangun. Karena terkadang, ujar Agus Bastian, kita bisa membangun, tetapi lupa untuk merawatnya, sehingga mudah rusak sebelum waktunya.

Namun bupati yakin, jembatan gantung tersebut telah memenuhi standar kualitas yang memadai, karena disponsori oleh Mr Toni Ruttiman – seorang pembangun jembatan yang telah membangun jembatan di berbagai daerah di Indonesia bahkan di seantero dunia.

“Masyarakat Kabupaten Purworejo patut bersyukur dan berterimakasih kepada Mr Toni Ruttiman dari Swiss, karena kepedulian dan bantuannya telah bersinergi dengan masyarakat di sejumlah desa dalam mewujudkan pembangunan jembatan gantung,” terang Agus Bastian.

Bupati mengatakan, bahwa ketersediaan prasarana fisik jembatan merupakan faktor penunjang pengembangan suatu wilayah. Sebagai bagian dari sistem transportasi, jembatan mempunyai peranan penting terutama dalam mendukung bidang ekonomi, sosial dan budaya serta lingkungan.

Namun karena terbatasnya anggaran, tuntutan pembangunan infrastruktur yang diajukan masyarakat kepada pemerintah daerah, yang kian hari semakin menunjukkan peningkatan, seringkali tidak terealisasi.

“Sehingga peran serta masyarakat dan swasta, sangat dibutuhkan untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur,” kata Agus Bastian.

Dalam kesempatan tersebut, Setiyono Hadi, Kepala Desa Sidomulyo menjelaskan, jembatan gantung yang diberi nama Al Makmur tersebut, dibangun atas sponsor Mr Toni Ruttiman dari Swiss, senilai Rp 1,3 milyar, dengan dana pendamping dari desa Rp 50 juta, dan swadaya masyarakat Rp 250 juta.

Jembatan gantung tersebut bisa terealisasi atas fasilitator Yogo Triantoro. Di Indonesia sendiri, ada 78 jembatan gantung yang dibangun atas sponsor Mr Toni Ruttiman, 19 diantaranya ada di Jateng, dan 10 ada di Purworejo.

“Keberadaan jembatan gantung tersebut sangat penting bagi warga. Dulu, pernah ada jembatan. Namun hanyut diterjang banjir, 22 tahun silam,” pungkas Setiyono Hadi. (Jon)