Puluhan Ribu Obat Daftar G ‘Tramadol’ Disita dari Toko Kosmetik

    


13.003 butir obat daftar G ilegal disita Subdit Indag Ditkrimsus Polda Metro Jaya sepanjang Januari 2019 - foto: Bob/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – 13.003 butir obat daftar G ilegal disita Subdit Indag Ditkrimsus Polda Metro Jaya sepanjang Januari 2019.

Seluruh barang bukti didapat dari tujuh titik target yang terdiri dari lima toko kosmetik dan dua toko obat di wilayah DKI Jakarta.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menjelaskan, ketujuh pemilik toko tersebut sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka dijerat pasal berlapis yakni, pasal 197 jo Pasal 106 ayat 1 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, maupun Pasal 62 ayat 1 jo Pasal 8 ayat 1 huruf a dan i UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

“Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar,” jelas Argo di Polda Metro Jaya Kamis, 7 Februari 2019.

Selain itu, kata Argo, hasil operasi dan penangkapan ketujuh tersangka adalah tindak lanjut dari pengungkapan kasus ribuan obat daftar G ilegal oleh Polsek Kembangan, beberapa waktu lalu.

Subdit Indag Ditreskrimsus membentuk tim untuk melakukan pengembangan. Hasilnya, ternyata ditemukan banyak obat daftar G ilegal dijual bebas di berbagai wilayah DKI Jakarta.

Dari 13.003 butir obat daftar G yang disita kata Argo, jumlahnya terbanyak adalah merek Tramadol sejumlah 7.797 butir. Tramadol merupakan obat tipe G yang terakhir diproduksi resmi di tahun 2015.

“Namun faktanya, hingga kini obat tersebut masih mudah didapat dan banyak disalahgunakan penggunaannya,” jelas Argo.

Disebutkan, Tramadol belakangan ini banyak disalahgunakan penggunaannya oleh generasi muda, termasuk anak sekolah. Efek penggunaan tramadol yang bikin penggunanya merasa tenang dan tahan sakit memicu mereka untuk berani melakukan tindakan kejahatan dan tawuran.

“Untuk itu kami mengimbau para orangtua untuk mengawasi pergaulan anak-anaknya. Perhatikan perkembangannya dan selalu periksa tas dan baju mereka,” ujar Argo.

Sementara, Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro, AKBP Tarmo mengatakan, pihaknya tak akan berhenti melakukan tindakan hukum terhadap pelanggaran industri dan perdagangan.

Penjualan obat tipe G secara bebas tanpa resep dokter jadi satu contoh dari pelanggaran tersebut.

“Obat tipe G bisa dibeli di toko kosmetik, jelas pelanggaran. Bisa beli tanpa resep dokter di toko obat yang tak punya izin juga mutlak pelanggaran,” ujar Tarmo.

“Jika masyarakat menemukan hal seperti itu di lapangan, segera laporkan ke polisi agar bisa diambil ditindakan tegas,” jelas Tarmo.

Hasil pengungkapan ini juga bisa diartikan sebagai psywar bagi pihak-pihak yang masih melakukan penjualan obat tipe G secara ilegal. Jika masih ada yang berani melakukan perbuatan tersebut, pihaknya akan menindak tegas.

“Kita harus menjaga masa depan generasi muda jangan sampai terpengaruh untuk menyalahgunakan narkoba dan obat tipe G,” harap Tarmo. (Bob)