Puluhan Petani Jambu Kristal di Purworejo Ikuti Bimtek Kementan

oleh
Vita Ervina, SE, MBA, anggota DPR RI dari Komisi IV, saat memberikan kata pengantar secara virtual dalam Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Petani/Pelaku Usaha Holtikultura oleh Ditjen Hortikultura Kementrian Pertanian RI, di Hotel Sanjaya Inn, Selasa (07/09/2021) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sekitar 40 petani jambu kristal dari Kecamatan Ngombol dan Grabag, Kabupaten Purworejo, mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Petani/Pelaku Usaha Holtikultura oleh Ditjen Hortikultura Kementrian Pertanian RI, di Hotel Sanjaya Inn, Selasa (07/09/2021).

Dengan materi Teknologi Budidaya dan Pengolahan Hasil Jambu Kristal, bimtek dibuka secara virtual oleh Dr. Inti Pertiwi Nashwari,SP, M.Si Direktur Perlindungan Hortikultura, Kementrian Pertanian. Acara bimtek juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Purworejo, yang diwakili Eko Anang SW, MMA, Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura.

Bimtek yang menghadirkan pemateri, Indra Setyo Basuki, SP, yang mengupas materi budidaya jambu kristal dan Pratomo, SP, dengan materi pengolahan jambu kristal itu, terselenggara atas kerjasama Vita Ervina, SE, MBA, anggota DPR RI dari Komisi IV Dapil VI Jateng (Purworejo, Magelang Raya, Temanggung, Wonosobo), dengan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian.

Dalam pengantarnya secara virtual, Vita Ervina menyampaikan, bahwa pihaknya dengan Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian saling bersinergi dan berkomitmen dalam upaya meningkatkan kesejahteraan para petani.

Sektor pertanian, kata Vita, merupakan salah satu bidang yang mampu bertahan dan tetap bertumbuh positif di tengah efek domino akibat pandemic covid 19 yang berkepanjangan, dan belum tahu kapan akan berakhirnya.

“Dengan kegiatan Bimtek ini, salah satu strategi program aksi dukungan Pemerintah kepada sektor pertanian dalam upaya membangun Indonesia Tangguh melalui pembangunan pertanian,” jelas Vita.

Dipilihnya komoditi jambu kristal, menurut Vita, karena itu merupakan kelanjutan dari aspirasi masyarakat khususnya di Desa Munggangsari, Kecamatan Grabag, yang dikenal sebagai petani jambu kristal.

“Aspirasi itu kita tindak lanjuti dengan pelatihan terkait dengan peningkatan nilai tambah jambu kristal, bagaimana mengolah jambu kristal menjadi aneka panganan,” ungkap Vita.

Dijelaskan pula oleh vita, peran DPR dalam mendukung sektor pertanian, dalam kedudukannya mempunyai tiga fungsi utama, yaitu, Legislasi (membuat dan menetapkan undang-undang untuk dilaksanakan oleh pemerintah sebagai eksekutif/eksekutor), Anggaran (secara umum DPR membahas anggaran belanja negara untuk pelaksanaan program kementerian), serta Pengawasan (untuk menjaga ketersediaan pangan nasional dan melindungi kepentingan petani).

Beberapa upaya dan kebijakan pembangunan di sektor pertanian dilakukan oleh Pemerintah, kata Vita, bertujuan untuk meningkatnya produksi dan cadangan pangan nasional melalui pengembangan Kampung Hortikultura,
meningkatnya nilai tambah komoditas pertanian dan kesejahteraan petani melalui Penumbuhan UMKM Hortikultura (sarpras dan pengolahan hasil), dan
tersedianya dukungan sarana dan prasarana dalam pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan berbasis korporasi, melalui Digitalisasi Pertanian melalui pengembangan Sistem Informasi (SI).

“Maka perlu perhatian khusus untuk mengupayakan agar jambu kristal Purworejo mampu bersaing dari segi kualitas dan hasilnya dapat dipasarkan dalam bentuk aneka macam olahan. Apalagi Jambu kristal cukup populer di masyarakat, banyak mengandung vitamin C dan E, dan juga ada antioksidannya bagus untuk kesehatan,” ujar Vita.

Dia sangat berharap kegiatan bimtek ini dapat memberikan manfaat pengetahuan tambahan dan terbaru, pencerahan, motivasi, dan semangat yang kuat, khususnya kepada kelompok tani yang ada di Kabupaten Purworejo. (Jon)

KORANJURI.com di Google News