Puluhan Alumni SMK N 7 Purworejo Ikuti Diklat 3 in 1 dari Kementerian Perindustrian

    


Ketua Asosiasi Pertékstilan Indonesia (API), Engkus Kuswara, bersama Kepala SMK N 7 Purworejo, Samsiyah, S.Pd, Kepala Balai Diklat Industri Surabaya, Muhadi, SSos, MM, dan perwakilan PT. Sritex, Feri Kristiawan, berfoto bersama perwakilan peserta

KORANJURI.COM – Puluhan Alumni SMK N 7 Purworejo Ikuti Diklat 3 in 1 dari Kementerian Perindustrian

Puluhan alumni SMK N 7 Purworejo mengikuti kegiatan Diklat 3 in 1 Garmen dari Kementerian Perindustrian, melalui Balai Diklat Industri Surabaya. Diklat yang berlangsung selama 18 hari, dari Kamis (9/5) hingga Rabu (29/5) ini, berlangsung di SMK N 7 Purworejo.

Diklat dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Diklat Industri Surabaya, Muhadi, SSos, MM, Jum’at (10/5). Secara seremoni, ditandai dengan pemasangan tanda peserta pelatihan dan rompi kepada perwakilan peserta, oleh Muhadi dan Samsiyah, S.Pd, Kepala SMK N 7 Purworejo.

Selain dari Balai Diklat Industri Surabaya, pembukaan pelatihan juga dihadiri oleh Ketua Asosiasi Pertékstilan Indonesia(API), Engkus Kuswara dan Pimpinan PT. Sri Rejeki Isman (Sritex) yang diwakili oleh Feri Kristiawan.

Menurut Samsiyah, dalam pelatihan ini, pihaknya bekerjasama dengan PT Sritex Solo. Ada 8 trainer merangkap teknisi, yang memberikan materi selama pelatihan, baik secara teori maupun praktek, dengan menggunakan mesin high speed standar perusahaan.

“Jumlah peserta 100 orang. Khusus alumni SMK N 7, ada 35 orang. Sisanya dari masyarakat dan sekolah sekitar,” ujar Samsiyah, usai pembukaan pelatihan.

Peserta pelatihan, jelas Samsiyah, mendapatkan berbagai fasilitas, antara lain, peralatan menjahit, bahan, uang saku, makan, sertifikat pelatihan, serta sertifikat kompetensi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

Dan bagi peserta, menurut Samsiyah, meski tidak ada keharusan, tapi ada jaminan kerja di PT Sritex. Meski selama sekolah sudah dibekali dengan ilmu dan kompetensi keahlian, namun dengan pelatihan ini, bisa memberikan nilai lebih, khususnya bagi alumni SMK N 7 Purworejo.

“Dengan pelatihan ini, harapannya bisa menambah keterserapan alumni di dunia industri,” kata Samsiyah.

Dijelaskan pula oleh Ari Kurniawati, M.Pd, selaku Sekretaris Kegiatan, materi yang diberikan selama pelatihan, meliputi Soft Skill dan Hard Skill. Dalam Soft Skill, terdiri dari motivasi kerja, K3, sikap mental dan disiplin, dinamika kelompok dan pengenalan industri garment. Untuk Hard Skill, akan disampaikan oleh instruktur Pertekstilan Indonesia.

“Pada hari ke 17 dilaksanakan uji kompetensi oleh LSP dari Lembaga Asosiasi Pertekstilan Indonesia.
Materi uji LSP membuat baju dan celana. Pengujinya, dari Asessor LSP P3 Asosiasi Pertekstilan Indonesia,” pungkas Ari Kurniawati. (Jon).