Puan Maharani: Urbanisasi Berdampak pada Pelayanan Kesehatan

    


Pertemuan Internasional Inter Ministerial Conference on Population and Development ke 14 di Yogyakarta - foto: Lanjar Artama/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Menteri bidang pembangunan dan kebudayaan, Puan Maharani mengatakan masalah urbanisasi dan migrasi merupakan hal penting yang harus mendapatkan perhatian, karena akan berdampak signifikan baik di tingkat global, nasional, regional maupun daerah.

Puan menambahkan migrasi dan kesehatan mempunyai keterkaitan yang komplek, mulai dari jaminan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas, pendidikan, jaminan sosial serta perumahan. Oleh karena itu sangat penting untuk mengintegrasikan kesehatan migran dalam rencana pembangunan nasional terkait kebijakan dan strategi di seluruh sektor.

“Saya berharap pertemuan internasional ini dapat meneruskan tercapainya tujuan dalam pelayan kesehatan yang di dalamnya mencakup kesehatan reproduksi, kependudukan serta pembangunan,” kata Puan dalam pertemuan Internasional Inter Ministerial Conference on Population and Development ke 14, di hotel Hyatt Yogyakarta

Puan menilai konferensi tentang kependudukan dan pembangunan ini sangat penting, karena akan dijadikan landasan bagi negara-negara anggotanya. Para pemangku kepentingan pembangunan akan berbagi pengetahuan dan pengalaman jaringan, berdialog tentang kebijakan, review bilateral dan komitmen untuk mempromosikan kerja sama Selatan-Selatan mengenai isu kesehatan, kependudukan dan seksual reproduksi.

Selain dihadiri utusan dari 26 negara, tampak hadir dalam konferensi yang berlangsung selama empat hari ini adalah Wakil Perdana Menteri China, Menteri Kesehatan dan Keluarga Berencana China, Menteri Kependudukan India serta UNFPA.

Kepala BKKBN Pusat H Nofrijal S.P, M.A, didampingi Kepala Deputi Bidang Latbang BKKBN Pusat, Rizal Adam Manik mengatakan selain mengikuti konferensi para delegasi dari 26 negara ini akan diajak mengunjungi kampung KB. Dimana kampung KB ini merupakan salah satu program unggulan yang berhasil dikembangkan oleh BKKBN.

Ditambahkannya, pemerintah Indonesia melalui BKKBN secara bilateral juga membahas peluang kerjasama dengan Senegal di bidang keluarga berencana dan pembangunan keluarga. Dengan Internasional Training Program, BKKBN memberikan pelatihan yang diperlukan pemerintah Senegal.

“Untuk pertemuan selanjutnya, di tahun 2018, sudah dijadwalkan akan dilaksanakan di Maroko” pungkasnya. (Anjar)