Psikolog: Tahanan Baru Rentan Depresi dan Berkecenderungan Bunuh Diri

    


Suasana Case Conference Implementasi Revitalisasi Pemasyarakatan, di Rutan Purworejo, Selasa (14/5) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Dalam rangka pelaksanaan implementasi revitalisasi pemasyarakatan serta perawatan tahanan dan pembinaan WBP, Rutan Purworejo menggelar Case Conference, Selasa (14/5/2019), di aula setempat.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Bapas Magelang beserta Jabatan Fungsional Pembimbing Kemasyarakatan dan Asisten Pembimbing Kemasyarakaran. Hadir juga wali pemasyarakatan Rutan Purworejo, Tim Psikologi Universitas Muhammadiyah Purworejo (UM Purworejo).

“Assesment ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perilaku tahanan dan WBP sehingga nantinya dapat dikategorikan penempatannya baik di Lapas Maximum, Medium, maupun Minimum Security,” jelas Lukman Agung Widodo, Karutan Purworejo.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bapas Magelang juga menyampaikan adanya tim asessor dari psikologi UMP Purworejo, yang dapat membantu kajian dalam tusi terkait penentuan rekomendasi PK dan APK dalam litmas.

Isna, selaku Kepala Prodi Psikologi UM Purworejo mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai tindak lanjut kerjasama yang telah dilakukan dengan Rutan Purworejo.

“Diharapkan hasil asessment yang dilakukan dapat membantu upaya revitalisasi pemasyarakatan,” ujar Isna.

Tim psikologi UM Purworejo dalam paparannya menyampaikan, bahwa pelaksanaan asesment telah dilaksanakan 16 April – 10 Mei 2019 kepada 129 WBP Rutan Purworejo.

Penelitian yang dilakukan meliputi beberapa aspek, seperti identitas diri, keluarga, interaksi sosial,  riwayat hukum, penyalahgunaan narkotika dan alkohol, risiko bunuh diri, kesehatan mental, kesehatan fisik, dan kebutuhan penanganan khusus. 

Dari penelitian tersebut terdapat WBP yang mengalami indikasi masalah mental seperti stres, depresi, cemas dan keinginan bunuh diri yang rata-rata terjadi pada tahanan baru.

“Hasil assessment nantinya akan digunakan sebagai salah satu pertimbangan penempatan tahanan, perawatan fisik, dan kesehatan mental,” kata Isna. (Jon)