PSHT Karanganyar Lantik 735 Anggota Baru

    


Calon-calon pendekar Persaudaraan Setia Hati (SH) Terate Cabang Karanganyar, Jawa Tengah yang dilantik pada Sabtu, 15 Oktober 2016 - foto: Meddia/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Persaudaraan Setia Hati (SH) Terate Cabang Karanganyar, Jateng melantik murid atau warga baru pada hari Sabtu malam (15/10). Acara mengesahkan warga baru tersebut dilakukan di gedung Wanita Karanganyar, Jateng.

Sebanyak 735 anggota disahkan menjadi warga persaudaraan Setia Hati Terate. Yang menarik, dalam acara tersebut juga dilakukan ritual dan Kenduren, yang berisi nasi tumpeng dan ayam ingkung sebanyak 735 sesuai jumlah anggota yang disahkan.

“Setiap bulan Suro datang, kami memang selalu mengesahkan anggota baru untuk menjadi warga resmi dari persaudaraan Setia Hati,” ujar Suhanto (64), ketua persaudaraan Setia Hati Terate cabang Karangnyar saat ditemui Koranjuri.com sebelum pelantikan.

Dalam acara tersebut juga dihadiri oleh bupati Karanganyar, Yuliatmono dan seluruh jajaran pejabat dan sesepuh di kabupaten Karangnyar. Selain anggota atau warga baru, ribuan anggota persaudaraan yang sudah senior beserta anggota keluarganya juga ikut berdatangan memeriahkan suasana.

Dalam kesempatan tersebut Suhanto juga menanggapi pertanyaan yang mungkin juga mewakili masyarakat umum selama ini. Bahwa sering terjadi kasus-kasus tawuran antara persaudaraan Setia Hati dengan pihak-pihak terkait yang lain. Sehingga apa benar Persaudaraan SH menanamkan benih untuk mengedepankan bertarung atau berkelahi jika menyelesaikan masalah dengan pihak lain.

Menanggapi hal tersebut, dijelaskan bahwa guru-guru SH tidak sekalipun mengajarkan murid atau warganya untuk berkelahi dalam menyelesaikan masalah. Apalagi sampai tawuran melibatkan banyak anggota SH. Bahkan ada banyak pepaut atau larangan dalam ajaran SH. Juga ajaran utama SH adalah Memayu Hayuning Buwana, berbudi luhur, menakar benar dan salah, serta bertakwa kepada Tuhan YME dengan asas Pancasila.

“Sehingga jika ada anggota kami yang sampai terlibat tawuran masal, atau main hakim sendiri dengan kekerasan, biasanya akan kami serahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berlaku,” ujarnya tegas.

Meskipun sempat diguyur hujan deras, acara berjalan dengan lancar. Bahkan ratusan pedagang ikut memanfaatkan acara tersebut dengan berjualan makanan, minuman, serta aneka macam asesoris yang berkaitan dengan logo atau lambang persaudaraaan Setia Hati Terate. Acara berlangsung sekitar pukul 20.00 malam.

Dalam acara puncak dilakukan ritual mengesahkan ke 735 warga baru pada pukul 24.00 tengah malam. Namun sayang, sesi ritual tersebut belum bisa diliput oleh pers. Menurut Suhanto, ritual tersebut banyak mengandung unsur sumpah setia dan hal-hal yang sifatnya belum bisa dipublikasikan secara luas. Sehingga dianggap sangat sakral.

“Kami mohon maaf, jika wartawan belum bisa mengabadikan sesi ritual, karena ritual tersebut dianggap sangat sakral bagi anggota kami,” ujarnya. Acara pengesahan tersebut diakhiri hingga menjelang subuh.
 
 
Media

Hits: 13