Proyek Underpass Ngurah Rai, Kendaraan Disarankan Lewati Tol

    


Peta proyek underpass simpang tugu Ngurah Rai - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Proyek underpass Ngurah Rai dibangun untuk mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas hingga 0,4 persen. Hasil studi kelayakan yang dilakukan, tingkat kepadatan lalu lintas di area bandara Ngurah Rai itu mencapai 0,9 persen.

“Hasil feasibility study tingkat kejenuhan lalu lintas di area itu mencapai 0,9 persen,” jelas PPK Underpass Simpang Ngurai Rai, Nyoman Yasmara, Senin, 6 November 2017.

Yasmara menambahkan, secara prinsip tak ada penutupan lalu lintas. Untuk mengurangi kepadatan, kendaraan yang melewati proyek diarahkan melewati tol Bali Mandara.

Proyek senilai Rp 168 milyar itu dikerjakan dalam 4 zona. Zona pertama berada di bundaran patung Ngurah Rai yang pertama kali akan dikerjakan.

Zona kedua yakni di sisi selatan yang berada di wilayah yang berdekatan dengan runway Bandara Ngurah Rai.

“Kita prioritaskan di zona 1 di bundaran dan zona 2 di sisi selatan,” jelas PPK Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, Senin, 6 November 2017.

Sedangkan zona 3 akan dikerjakan menunggu keputusan otoritas PDAM dan pembebasan lahan di wilayah itu. Yasmara menjelaskan, terkait pembebasan sepenuhnya ada di Pemerintah Kabupaten Badung.

“Terkait dengan teknis di zona 3 kami masih menunggu PDAM,” ujar Nyoman Yasmara.

Pekerjaan di zona selatan dikatakan Yasmara jadi prioritas. Mengingat areal itu masuk dalam kawasan operasional penerbangan (KKOP). Di areal selatan, pekerjaan hanya dilakukan mulai pukul 02.00 wita dini hari hingga pukul 07.00 wita.

“Setelah lalu lintas penerbangan steril kami baru kerjakan di bagian selatan, jadi waktunya sangat terbatas,” ujar Yasmara.

Zona 4 merupakan penataan di simpang Jimbaran yang merupakan koneksi arus lalu lintas. Penataan itu untuk mengatasi tundaan arus lalu lintas. (Way)