Proyek Senilai Rp 2,6 M ini Diputus Kontrak, Sampai Batas Akhir Kontraktor Selesaikan 98,27 persen

    


Pekerjaan pemasangan lis ACP (Aluminium Composite Panel) yang belum selesai pada gerbang Pantai Jatimalang - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, akhirnya memutus kontrak proyek pembangunan Plaza Pantai Jatimalang, Kecamatan Purwodadi. Hal itu disebabkan, PT. Tesa Mulsoko Perkasa selaku penyedia jasa tak merampungkan pekerjaan sesuai target yang dijadwalkan.

Proyek senilai Rp 2,6 miliar ini, sesuai kontrak, sedianya harus rampung tanggal 25 Desember 2018. Namun, hingga waktu yang ditentukan, ditambah perpanjangan waktu 6 hari, kontraktor belum bisa menyelesaikan pekerjaannya.

“Sesuai aturan, kita lakukan putus kontrak. Hingga 31 Desember 2018 pukul 00 WIB, pekerjaan baru selesai 98,27 persen,” jelas Agung Wibowo, Kepala Dinparbud Kabupaten Purworejo, Senin (7/1/2019).

Menurut Agung, sebelum diputus kontrak pada 31 Desember 2018, pihaknya sudah melayangkan surat teguran sebanyak tiga kali.

Tidak hanya itu, PT Tesa Mulsoko Perkasa juga diganjar sanksi denda atas keterlambatan selama masa perpanjangan yang diberikan. Pihak kontraktor dikenai denda 1 permil/hari, dari nilai kontrak.

“Pekerjaan yang belum selesai cuma lisplang atau lis ACP (Aluminium Composite Panel) saja di gerbang, kalau yang Plaza selesai. Faktor cuacalah penyebabnya. Material dan tenaga sudah siap sebenarnya,” ungkap Agung.

Dijelaskan oleh Agung, untuk pengembangan kawasan Pantai Jatimalang, pada tahun 2018, Dinparbud melaksanakan lima kegiatan, pembangunan panggung, MCK, shelter kuliner, landscape dan parkiran, serta plaza. Semua kegiatan tersebut, menurut Agung sudah selesai 100 persen, kecuali pada pembangunan plaza yang selesai 98,27 persen.

Toh begitu, Agung menolak, kalau proyek pembangunan Plaza Pantai Jatimalang dikatakan gagal. Karena plaza sendiri sudah bisa dimanfaatkan.

“Hingga putus kontrak, kontraktor belum menerima pembayaran termin terakhir, karena sudah melewati tahun anggaran. Pembayaran akan dilakukan di anggaran perubahan 2019, dengan dasar hasil audit,” jelas Agung.

Sementara itu, Slamet Anom Susilo, selaku pelaksana lapangan dari PT Tesa Mulsoko Perkasa, Sabtu (5/1), menyampaiakan, pihaknya legowo dan menghormati dengan keputusan putus kontrak. Ia menerima apa pun keputusan dari dinas selama masih dalam koridor yang berlaku. (Jon)