Produksi Rumahan Tembakau Gorila Dibongkar dari 4 Kota

    


Lima tersangka ditangkap di sebuah apartemen di Tangerang Selatan, Banten. Mereka adalah DS, RA, AS, MI, R. Dari penangkapan itu terungkap jaringan lebih besar di Bandung Barat dan Kabupaten Bandung dengan tersangka SP, SD, DS, R dan AH. Sedangkan di Cirebon petugas menangkap satu tersangka berinisial SP - foto: Bob/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Tembakau gorila yang diproduksi secara home industry dibongkar Subdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya.

Produksi narkoba skala rumah itu berada di Jakarta, Tangerang Selatan, Bandung dan Cirebon. Polisi menangkap 12 orang tersangka dengan barang bukti 7 kg bibit canabinoid dan tembakau gorila seberat 10 kg. Harga di pasaran untuk 1 kg tembakau gorila senilai Rp 5 juta.

“Para pelaku ini berkomunikasi melalui sosmed, transaksi pembayaran menggunakan bitcoin, pengirimannya melalui jasa pengiriman,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Jumat, 3 April 2020.

Yusri menambahkan, para tersangka memesan bibit canabinoid melalui medsos. Pembayaran bibit canabinoid tersebut menggunakan mata uang virtual bitcoin.

Setelah melakukan pembayaran, bibit canabinoid yang sudah dibayar, kemudian dikemas dalam bentuk kotak kardus. Untuk menghindari kecurigaan petugas, canabinoid itu dikemas lagi dengan makanan ringan.

“Kemudian dikirimkan ke alamat pembeli di daerah Jakarta, Tangerang Selatan, Bandung, Cirebon. Selanjutnya bibit canabinoid tersebut dicampur dengan tembakau untuk dijadikan tembakau gorila dan diedarkan melalui sosmed,” terang Yusri.

Tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika.

Pelaku diancam pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 milyar dan paling banyak Rp 10 milyar. (Bob)