Produk Petani di Bali Cukup Penuhi Kebutuhan Pasar Gotong Royong

    


Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana mengatakan, stok pangan di Bali cukup untuk memenuhi Pasar Gotong Royong Krama Bali.

Bahkan menurutnya, justru overstock karena hotel dan restoran banyak yang tutup.

“Produk petani di Bali, hampir 50 persen diserap oleh hotel dan restoran. Karena sepi wisatawan dan mereka tutup, maka produk ini menjadi overstock.

Untuk menyikapi itu, bapak gubernur membuat kebijakan mengadakan Pasar Gotong Royong Krama Bali,” jelasnya di Jayasabha, Rabu, 22 Juli 2020.

Dalam program Pasar Gotong Royong Krama Bali, pihaknya menggandeng 500 produsen lokal yang akan memenuhi produk di 55 lokasi.

“Ada sekitar tujuh komoditi yang dijual dalam pasar ini. Mulai dari beras, bawang merah, cabai, dan yang lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, produsen itu merupakan petani lokal langsung yang akan berpartisipasi dalam kegiatan pasar pertanian itu.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota untuk untuk mempersiapkan ini. Dan untuk mengumpulkan para petani ini, kami tidak menemui kendala. Karena mereka memiliki asosiasi masing-masing,” jelasnya.

Sementara, untuk memastikan 10 persen gaji PNS yang wajib dibelanjakan dalam pasar murah, ia melanjutkan, sesuai arahan Gubernur Koster maka kepala dinas melakukan pengecekan.

“Tentu kalau kami Dinas Pertanian, saya yang mengecek langsung melalui kabid dan kasi. Kami usahakan belanja secara nontunai sehingga lebih mudah dalam pengecekannya,” kata Wisnuardhana. (Way)