Prodi Teknik Otomotif UM Purworejo Gelar Workshop Kewirausahaan MBKM

    


Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Muhammadiyah Purworejo, menggelar Workshop Program Kewirausahaan MBKM, Kamis (19/11/2020) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Muhammadiyah Purworejo, menggelar Workshop Program Kewirausahaan MBKM, Kamis (19/11/2020), di aula setempat.

Workshop dibuka secara resmi oleh
Dekan FKIP UM Purworejo, Yuli Widiyono, M.Pd, yang didampingi Kaprodi Pendidikan Teknik Otomotif (PTO), Dwi Jatmoko, M.Pd.

Workshop Kewirausahaan MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) ini, dihadiri dosen PTO, dosen Pendidikan Ekonomi, mahasiswa PTO, perwakilan bengkel Custom Motor, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Sebagai pembicara, Khatamson, SP, dari Balai Latihan Kerja Purworejo, dan Arif Susanto, dosen PTO.

“Ini lebih tepatnya forum diskusi, bukan workshop,” ujar Yuli Widiyono, usai pembukaan.

Kegiatan tersebut, menurut Yuli, mengimplementasikan program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka), yang telah dicanangkan oleh Menteri Pendidikan

“Ada 8 program, salah satunya yaitu program kewirausahaan. Ini, untuk mengaktualisasi mahasiswa, kaitannya dengan kompetensi tambahan yang harus dimiliki oleh mahasiswa. Dan penyelenggara pendidikan, dalam hal ini program studi, harus bermitra,” kata Yuli.

Dwi Jatmiko juga menjelaskan, bahwa tujuan dari workshop, pemaparan dari program kewirausahaan MBKM yang nantinya akan diimplementasikan program pendidikan Teknik Otomotif di semester 7.

“Ini terkait dengan pembelajaran di luar kampus, kurang lebih ada 6 SKS,” ungkap Dwi Jatmiko.

Diharapkan, ujar Dwi Jatmiko, dari program kewirausahaan ini, bisa menyusun proposal kewirausahaan, khususnya tentang bisnis teknologi sepeda motor, yang nantinya akan didampingi oleh program studi pendidikan ekonomi dalam pembuatan proposal. Setelah itu akan dipaparkan oleh mahasiswa di depan tim inkubator bisnis UM Purworejo.

Dari tim inkubator, menurut Dwi Jatmiko, akan memberi masukan terhadap proposal yang akan dibuat. Yang nantinya secara teknis akan diimplementasikan setelah lolos oleh tim inkubator.

Nanti di lapangan, kata Dwi, bisa dilakukan secara mandiri atau berkelompok. Tujuan pembuatan proposal, supaya dari pendamping, khususnya program pendidikan ekonomi maupun inkubator bisnis bisa mengetahui bagaimana tahapan mahasiswa teknik otomotif untuk pembuatan unit bisnis, khususnya yang relevan dengan teknologi otomotif.

“Dari mitra, khususnya BLK, tentunya disana ada pelatihan-pelatihan dalam teknologi otomotif. Kaitannya dengan bengkel Custom motor, mereka kan sudah jadi, sehingga dari pengalaman yang ada bisa ditularkan,” pungkas Dwi Jatmiko. (Jon)