Pria ini Tega Lecehkan Anak Tirinya Hingga 4 Kali

    


Kasatreskrim Polres Purworejo, AKP Haryo Seto Liestyawan, menunjukkan barang bukti dan tersangka Kh, warga sebuah desa di Kecamatan Bruno, yang tega menyetubuhi anak tirinya sendiri, dan kini ditahan di Mapolres Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Satreskrim Polres Purworejo berhasil mengamankan Kh (37), warga satu desa di Kecamatan Bruno, pada akhir Februari lalu.

Kh ditangkap polisi, atas dugaan telah melakukan persetubuhan terhadap Bunga (13), nama samaran, anak tirinya sendiri. Bunga sendiri merupakan siswa sebuah SD di Bruno.

Sriyatun (25), bibi korban, terpaksa melaporkan suami kedua kakaknya itu ke polisi, setelah mendengar pengakuan dari Bunga, kalau dirinya telah lebih dari satu kali dipaksa melayani nafsu birahi ayah tirinya itu.

“Dari pengakuan tersangka, dia sudah 4 kali menyetubuhi anak tirinya itu,” jelas Kapolres Purworejo, AKBP Indra Kurniawan Mangunsong, melalui Kasatreskrim AKP Haryo Seto Liestyawan, Rabu (6/3).

Terungkapnya kasus persetubuhan terhadap anak ini, kata Haryo Seto, bermula saat korban curhat kepada gurunya di sekolah, kalau dia telah berkali-kali dipaksa melayani nafsu bejat ayah tirinya. Hal itu, lantas disampaikan sang guru ke Sriyatun, bibi korban. Karena tak terima, Sriyatun melaporkan Kh ke polisi pada Rabu (27/2/2019).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Satreskrim Polres Purworejo langsung mengadakan pemeriksaan terhadap korban, dan saksi-saksi, disertai barang bukti, yang dilanjutkan dengan penangkapan terhadap tersangka Kh.

“Saat melakukan aksinya, tersangka memaksa korban sambil mengancam, supaya tidak menceritakan hal tersebut pada orang lain. Karena takut, korban terpaksa mau melayani nafsu ayah tirinya itu. Terakhir dilakukan, pada Sabtu (23/2) lalu, pagi, saat rumah sepi,” terang Haryo Seto.

Menurut pengakuan tersangka, dia tega melakukan perbuatan bejat itu, karena tak tahan melihat tubuh anak tirinya yang menurutnya aduhai itu.

Dari kasus ini, disita beberapa barang bukti, antara lain, satu baju warna coklat, satu celana kotak-kotak warna hijau, satu buah BH, serta satu buah celana dalam, yang kesemuanya milik korban.

Dijelaskan oleh Haryo Seto, tersangka dijerat dengan pasal 81 UU RI no 17 tahun 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU no 1 tahun 2016, tentang perubahan kedua UU RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Ancaman hukumannya, maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Haryo Seto, yang didampingi Kasubbag Humas Iptu Siti Komariah. (Jon)