Prediksi Pilgub DKI 2017

    


foto: viral

Dasar selanjutnya, pendukung atasan nilai tertentu. Ahok-Djarot ditambah Megawati Sukarno Putri 51,85. Anies-Sandiaga+Prabowo Subiyanto 50. Agus-Sylviana+Susilo Bambang Yudhoyono 118.49.

Dasar penghitungan ke 13, nilai penggambaran di lapangan 2017 (nasib). Pasangan Ahok-Djarot 75. Anies-Sandiaga 200. Agus-Sylviana 75.

Dasar penghitungan ke 14, nilai kemungkinan pembangunan di posisi sulit, ketidakseimbangan alam manusia dan alam lingkungan. Nilai Jakarta 40. Ahok-Djarot, unsur tripel api dan kayu. Artinya terlalu bersemangat tapi ada hasilnya (cepat). Nilainya 25+100=125.

Anies-Sandiaga, unsur dobel logam dan dobel tanah. Artinya semangat seimbang, lebih penting kekuasaan yang merata, hasil lamban. Nilainya 50+25=75. Agus-Sylviana, unsur api dan logam dobel tanah. Artinya semangat baik lengkap dan kekuasaan merata, hasil sedang. Nilianya 75+25=100.

Dari ke14 dasar penghitungan tadi, jelas Ki Samar, akan ada rangkuman nilai. Ahok-Djarot, nilainya 1.532.2. Prosentasenya 34,76 persen.

Anies-Sandiaga, nilainya 1.317.9. Prosentasenya 29,89 persen. Agus-Sylviana, nilainya 1.558.2. Prosentasenya 35,34 persen.

“Kesimpulannya, perolehan suara Ahok-Djarot 34,76 persen, Anies-Sandiaga 34,76 persen, dan Agus-Sylviana 35,34 persen. Dan jika nanti pilgub DKI Jakarta ini terjadi dua putaran, maka prediksinya, Ahok-Djarot 44,3 persen, dan Agus-Sylviana 55,7 persen,” pungkas Ki Samar.

Semua hasil prediksi tersebut, merupakan hitungan normal. Semua masih bisa disiasati dengan ilmu matematik metafisik untuk merubah keadaan.
 
 
jon