PR Rektor Baru IHDN Wujudkan Jadi Universitas di Tahun 2019

    


Serah terima jabatan rektor Institut Hindu Darma Negeri (IHDN) Denpasar, dari rektor lama Prof. Dr. I Nengah Duija (kiri) kepada rektor baru, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si (kanan) - foto: Wahyu Siswadi/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pengembangan kampus Institut Hindu Darma Negeri (IHDN) Denpasar menjadi tantangan bagi Rektor Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si yang baru saja dilantik di Jakarta pada 13 Oktober 2017 lalu. Ada beberapa Pekerjaan Rumah yang mendesak untuk dituntaskan dalam waktu yang cukup singkat.

Salah satunya, kemungkinan kampus IHDN bertransformasi menjadi Universitas hanya memiliki waktu tak lebih dari 2 tahun hingga 2019 mendatang.

“Dengan didukung oleh semua pihak, niscaya akan berhasil. Tentunya kami akan bekerja lebih efektif untuk membawa kampus IHDN menjadi kampus lebih maju dalam segala hal,” jelas Gusti Ngurah Sudiana, usai memegang jabatan baru sebagai rektor di kampus IHDN Denpasar, Senin, 16 Oktober 2017.

Disebutkan, persyaratan untuk berubah bentuk dari Institut menjadi Universitas hanya sampai tahun 2018. Kerja cepat itu harus dimulai di bulan Oktober ini karena akan ada simulasi.

“Peluang menjadi Universitas harus kita manfaatkan sebaik mungkin. Jadi ini harus diprioritaskan,” ujar Ngurah Sudiana.

Persoalan lain yang ada di Institut Hindu Darma Negeri Denpasar adalah pembentukan senat mahasiswa. Elemen mahasiswa harus terbentuk sebelum Dies Natalis yang akan berlangsung awal November mendatang.

Ssmentara, Dirjen Binmas Hindu, Prof Dr. I Ketut Widnya dalam sambutannya menyatakan, tantangan di abad milenium ini, setiap perguruan tinggi harus mampu mengelola sumber daya manusia. IHDN memiliki kelebihan dalam memadukan sains dan religi.

Ketut Widnya mengatakan, di era revolusi industri generasi keempat, robotik sudah meminggirkan kehidupan manusia. Pengaruh global yang menguat juga harus diperkuat dengan sumber manusia yang ada.

Umat Hindu yang berjumlah 4,5 juta dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 250 juta, kata Widnya, harus memiliki kualitas yang baik. Pihaknya mendorong kualitas sumber daya manusia Hindu menjadi agen perubahan dalam pembangunan.

“Kedepan harus mampu menjaga networking, soliditas dan kebersamaan dalam membenahi SDM Hindu,” jelas Dirjen Binmas Hindu, Prof Dr. I Ketut Widnya.

Yang menarik dari serah terima jabatan rektor IHDN dari Prof. Dr. I Nengah Duija kepada rektor baru, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si, tampak ucapan selamat dalam rupa karangan bunga dari presiden RI Joko Widodo.

“Karena IHDN menjadi kampus Hindu negeri satu-satunya di Indonesia bahkan di dunia, jadi sampai diperhatikan oleh presiden,” selorohnya. (Way)