PPDB SMK YPP Purworejo, Jurusan Mesin Jadi Unggulan

    


Ahmad Kamdani, MPd, Kepala SMK YPP Purworejo, saat memberikan reward pada siswa berprestasi di acara pelepasan siswa - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – PPDB tahun pelajaran 2019/2020, SMK YPP Purworejo membuka pendaftaran siswa baru untuk tiga kompetensi keahlian, Teknik Bangunan (Teknik Bisnis Konstruksi dan Property), Teknik Listrik (Teknik Instalasi Tenaga Listrik), dan Teknik Mesin (Teknik Pemeliharaan Mekanik Industri).

Tahun ini, SMK YPP Purworejo menerima 360 siswa baru, yang terbagi menjadi 10 rombel, untuk ketiga kompetensi keahlian tersebut. Dari semua jurusan yang ada, jurusan mesin masih menjadi unggulan sekolah ini.

“Jurusan Teknik Mesin masih jadi favorit. Enam rombel yang kita buka selama ini, selalu terpenuhi,” ujar Ahmad Kamdani, MPd, Kepala SMK YPP Purworejo, Rabu (22/5).

Program pendidikan di SMK YPP Purworejo, jelas Ahmad Kamdani, menyelenggarakan pendidikan terpadu antara pendidikan di sekolah dengan pelatihan dunia usaha, yang dititikberatkan kepada pendayagunaan sumber daya manusia dalam penguasaan ilmu dan teknologi.

Untuk praktek kerja lapangan, penyaluran maupun magang kerja, ujar Ahmad Kamdani, pihak sekolah sudah membuat MoU dengan beberapa instansi pemerintah maupun perusahaan berskala nasional.

“Melalui BKK (Bursa Kerja Khusus), keterserapan tenaga kerja menduduki ranking tiga besar untuk Kabupaten Purworejo, kelompok teknik industri,” ungkap Ahmad Kamdani.

Meski pendaftaran secara resmi belum dimulai, namun hingga saat ini, sudah ada sekitar 200 pendaftar siswa baru di SMK YPP Purworejo, yang sebagian besar sudah melakukan daftar ulang.

Pada tahun ini, kata Ahmad Kamdani, pihak sekolah meluluskan 379 siswa. Ada satu siswa yang memperoleh nilai 100 untuk mapel Bahasa Indonesia di UNBK, yakni, Muhammad Musafa’ali, dari jurusan Teknik Mesin.

Untuk peringkat satu UNBK, diraih Eri Widiarko, Teknik Mesin E, nilai 309, Muhammad Sam Riyadi, Teknik Mesin A, nilai 309. Peringkat dua, Budi Prasetyo, Teknik Mesin D, nilai 308,5. Peringkat tiga, Tri Wahyu Anggriawan, Teknik Mesin E, nilai 299,0, dan Rendy Jaya Ferdianto, Teknik Mesin B, nilai 299,5.

“Untuk penyerapan alumni, sebagian langsung bekerja di dunia industri, sebagian lainnya melanjutkan pendidikannya di bangku kuliah,” pungkas Ahmad Kamdani. (Jon)